Berkah Sail Sabang 2017 Mengalir Sampai Jauh

Pawai budaya Sail Sabang 2017.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Sepintas melihat tampilannya, kopi ini mirip dengan kopi susu. Tetapi yang khas  adalah komposisi susu dan gulanya yang tidak dominan. Ini membuat keharuman dan citarasa kopinya lebih terasa. Campuran kopi saring, susu kental dan gula ini kemudian dikocok hingga berbusa.

img_title Tempat Produksi Bir Tertua Ditemukan, Lokasinya Bikin Merinding

Bukan hanya kopi, makanan juga laku keras. Mie Aceh, nasi kari, sate gurita, sayur pliek U (semacam gulai), Kue Karra dan kue-kue basah, semuanya ikut diburu wisatawan. Kesan yang terasa, Sail Sabang 2017 membuat Aceh menggeliat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sudah kebiasaan orang kalau datang ke sebuah daerah mereka ingin tahu makanan khas daerah tersebut. Dengan adanya Sail Sabang 2017 ini, kita tak hanya mengenalkan kuliner khas Sabang khususnya dan Aceh, tetapi juga memberi manfaat bagi usaha masyarakat di sini. Tentu ini rezeki buat mereka," timpal Deputy Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti.

img_title Kemenparekraf Targetkan 224 Desa Wisata Maju dan Mandiri di 2024

Menurut Esthy, pelaku usaha kuliner, travel dan usaha lainnya harus benar-benar pandai memanfaatkan momen  ini. "Ini kesempatan buat mengembangkan usaha mereka. Peran Dinas Pariwisata Sabang juga dibutuhkan. Usai event ini mereka harus bisa melanjutkan gairah wisata yang sudah menggeliat ini. Sehingga apa yang dilakukan sat ini dengan dukungan pemerintah pusat bisa benar-benar terasa manfaatnya," ujar Esthy.

Sementara Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya, Wawan Gunawan, mengatakan kuliner yang merupakan bagian dari budaya daerah memang melekat dengan pariwisata. "Setiap wilayah punya kekhasan sendiri, termasuk kulinernya. Rasanya belum lengkap jika datang ke sebuah daerah tanpa menikmati kuliner khas daerah tersebut," ujar Wawan.

img_title Pariwisata Biang Keladi COVID-19? Kemenpar: Sehat Dulu Baru Berwisata

Yang lebih penting lagi, berkhanya langsung terasa sampai ke masyarakat. Semuanya happy. Semuanya sumringah. "Senang kita. Tamu ramai dan penghasilan juga ramai. Tak pernah sepi kedai ini bang," ujar Hasan, penjaga kedai de Sagoe Kuphie.

Hal senada juga disampaikan Dian, driver travel. Sudah dua hari ini dia disewa untuk mengantarkan tamu di kota kelahirannya. "Kita bawa tamu dari Jakarta. Mereka mau lihat Sail Sabang. Alhamdulillah ramai order dengan adanya Sail Sabang ini," ujar bapak satu anak ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut