Kultus

Kolase Foto - Wapemred tvonenews.com Ecep S Yasa, background pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang
Sumber :
  • tim tvonenews

Mulanya pengetahuan itu dipakai untuk kutipan khotbah khotbahnya. Lambat laun aneka kepercayaan dan aliran dicampurkan, dipraktekkan sehari hari dalam komunitasnya. Pendukungnya mungkin takjub, akhirnya digiring seperti umat untuk berbuat  banyak hal sekehendak Panji Gumilang. Publik di luar pun marah karena tindakan tindakannya banyak menggoncang keyakinan yang telah mapan. 

img_title Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Ini Rekam Jejak Putra Bungsu Presiden Soekarno

Namun, pemujaan pada pemimpin juga marak di negeri komunis yang dipuja puja Tan Malaka. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di atas sebuah  bukit di pinggiran kota Pyongyang, berdiri tegak patung raksasa Kim Il Sung, bapak pendiri Korea Utara. Satu tangan patung setinggi 22 meter berwarna tembaga ini terangkat ke atas, seperti memberi “pemberkatan” bagi Ibu Kota di bawahnya. Hampir setiap saat di sekitar patung ini, anak anak sekolah merubung bagian kaki Kim Il Sung, sambil merapal doa-doa pujian bagi sang pemimpin yang seperti ingin dibuat abadi dengan patung itu.

img_title Cucu Soekarno dan Ratna Sari Dewi Genap 20 Tahun, Intip Momen Perayaan Ultah Frederik Kiran di Pegunungan Alpen

Antrean panjang di Mausoleum Lenin di Lapangan Merah, Moskow Rusia juga bercerita hal yang sama: adanya rasionalisme yang absen, pemujaan yang berlebihan pada sosok pemimpin.  

Orang orang tua—barangkali yang masih memimpikan kejayaan Uni Soviet,  khusuk menyembah sosok Lenin yang sudah diawetkan jasadnya  dalam kaca tebal. Atheisme yang dipromosikan hanya berhasil menghempaskan agama agama, tetapi pemujaan pada banyak hal (politheisme) justru tumbuh subur. 

img_title Semangat Kemerdekaan Indonesia Dapat Dirawat Lewat Seni hingga Kepedulian Sosial

Kim Il Sung, Lenin atau Mao barangkali telah berhasil melepaskan rakyatnya dari belenggu, mungkin penjajahan atau penindasan penguasa lalim sebelumnya, meski pada akhirnya menciptakan siklus pemujaan yang sama. Dan kini  kita jadi paham, hal yang umum  terjadi pada Nazi Hitler atau fasisme Mussolini juga menimpa negara negara sosialis-komunis. 

(Patung Lenin di Moscow.)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kultus juga terjadi di negeri yang konon pusat humanisme dan rasionalisme: Amerika Serikat. Futurolog Alvin Toffler pernah menyebut paling tidak ada 1000 aliran kultus keagamaan di negeri Abang Sam.  

Seperti di mana saja, kultus selalu tumbuh subur dalam krisis. Orang orang yang merasa tidak berdaya menghadapi kenyataan hidup sehari-hari lalu mencari penguatan dan hiburan semu dari sosok sosok yang kuat. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut