Tawaf Wada

Kolase Foto - Wapemred tvonenews.com Ecep S Yasa, background Masjidil Haram.
Sumber :
  • tim tvonenews.com

Namun, saya merasa ada yang tak terbeli oleh apapun, yaitu waktu. Saya memilih tetap ingin berlama lama di Masjidil Haram.

img_title Mekkah Disebut Arab Saudi sebagai “Garis Merah” Usai Dugaan Serangan Drone Houthi, Bagaimana Kondisinya Terkini?

Saya jadi paham, kenapa Nabi memindahkan kiblat umat muslim   dari Masjid Al Aqsa di Yerusalem ke Masjidil Haram di kota yang selain disebut metropolitan (Ummul Qura), dalam Al Quran Mekkah juga disebut sebagai al Balad-al Amin (kota yang aman). Entah kenapa, saya merasa betah dan ingin berlama lama di Masjid tertua di dunia ini. Rasa tenang, nyaman dan damai juga pastinya dirasakan jamaah lain. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saya termasuk beruntung hanya beberapa langkah dari hotel menuju Masjidil Haram, ratusan ribu jamaah asal Indonesia memilih tetap sabar dan ikhlas karena jarak tempuh dari pemondokannya cukup jauh, berkilo meter untuk bisa menempelkan kening di lantai Masjidil Haram.

img_title Houthi Diklaim Serang Mekkah, Kemenhaj Keluarkan Imbauan Perjalanan Umrah

Justru karena jauh itulah, mereka menghabiskan sepanjang harinya di Masjidil Haram. Jika mereka sudah lelah berdzikir, sholat sunah dan sambil menunggu sholat waktu datangnya sholat wajib, tertidur di masjid yang hawanya selalu sejuk.

img_title Houthi Diklaim Serang Mekkah, Akankah Berdampak pada Ibadah Umrah?

Sebagian jamaah,  setiap tiba di Masjidil Haram, memilih untuk tawaf sunah, berputar mengelilingi Ka'bah berlawanan arah dengan jarum jam sebanyak tujuh kali. Tawaf adalah simbol persatuan umat Islam. Saat tawaf atau sholat di Masjidil Haram kita tak mengurusi lagi mana arah kiblat yang benar, si fulan shalat dengan tangan bersedekap di dada atau di perut, si anu tidak membaca surat atau ayat tertentu, semua tak lagi sibuk dengan hal furu'iyah karena sudah masuk ke dalam inti ajaran: pasrah menyatu pada Allah yang Maha Esa.

Saya teringat sebuah riwayat, suatu hari datanglah seorang laki-laki ke hadapan Imam Junaid al-Baghdadi.

 Lelaki ini baru saja pulang haji. Maka sang Imam pun bertanya seputar apa yang sudah dilakukan lelaki itu selama berhaji.

 “Ketika engkau mengelilingi Ka'bah (tawaf), apakah engkau sudah memandangi keindahan nonmateriil Tuhan di tempat-Nya yang suci?” tanya Imam Junaid al-Baghdadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tidak,” jawab lelaki itu.

“Berarti engkau tidak mengelilingi Ka'bah,” ujar Imam Junaid.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut