Tawaf Wada
- tim tvonenews.com
Namun, saya merasa ada yang tak terbeli oleh apapun, yaitu waktu. Saya memilih tetap ingin berlama lama di Masjidil Haram.
Saya jadi paham, kenapa Nabi memindahkan kiblat umat muslim dari Masjid Al Aqsa di Yerusalem ke Masjidil Haram di kota yang selain disebut metropolitan (Ummul Qura), dalam Al Quran Mekkah juga disebut sebagai al Balad-al Amin (kota yang aman). Entah kenapa, saya merasa betah dan ingin berlama lama di Masjid tertua di dunia ini. Rasa tenang, nyaman dan damai juga pastinya dirasakan jamaah lain.
Saya termasuk beruntung hanya beberapa langkah dari hotel menuju Masjidil Haram, ratusan ribu jamaah asal Indonesia memilih tetap sabar dan ikhlas karena jarak tempuh dari pemondokannya cukup jauh, berkilo meter untuk bisa menempelkan kening di lantai Masjidil Haram.
![]()
Justru karena jauh itulah, mereka menghabiskan sepanjang harinya di Masjidil Haram. Jika mereka sudah lelah berdzikir, sholat sunah dan sambil menunggu sholat waktu datangnya sholat wajib, tertidur di masjid yang hawanya selalu sejuk.
Sebagian jamaah, setiap tiba di Masjidil Haram, memilih untuk tawaf sunah, berputar mengelilingi Ka'bah berlawanan arah dengan jarum jam sebanyak tujuh kali. Tawaf adalah simbol persatuan umat Islam. Saat tawaf atau sholat di Masjidil Haram kita tak mengurusi lagi mana arah kiblat yang benar, si fulan shalat dengan tangan bersedekap di dada atau di perut, si anu tidak membaca surat atau ayat tertentu, semua tak lagi sibuk dengan hal furu'iyah karena sudah masuk ke dalam inti ajaran: pasrah menyatu pada Allah yang Maha Esa.
Saya teringat sebuah riwayat, suatu hari datanglah seorang laki-laki ke hadapan Imam Junaid al-Baghdadi.
Lelaki ini baru saja pulang haji. Maka sang Imam pun bertanya seputar apa yang sudah dilakukan lelaki itu selama berhaji.
“Ketika engkau mengelilingi Ka'bah (tawaf), apakah engkau sudah memandangi keindahan nonmateriil Tuhan di tempat-Nya yang suci?” tanya Imam Junaid al-Baghdadi.
“Tidak,” jawab lelaki itu.
“Berarti engkau tidak mengelilingi Ka'bah,” ujar Imam Junaid.