Martabat Palestina

Kolase - Wapemred tvonenews.com Ecep S Yasa mewawancara salah satu pendiri Hamas, Khaled Mashal (insert kanan bawah). Background Demo antri Israel.
Sumber :
  • tim tvonenews.com

Deif memberi harga diri bagi bangsa yang tersia-sia justru karena mengalami bagaimana rasanya ditampik dan disingkirkan. Lahir di kamp pengungsi Khan Yunnis di Jalur Gaza pada 1965, Deif memiliki nama lahir Mohammed Diab Ibrahim al-Masri.

img_title Pembunuhan Ali Khamenei Dinilai Jadi Kesalahan Strategis Israel, Netanyahu Disalahkan

Sejak lahir ia hampir tak pernah merasakan menetap, tinggal, berdiam pada sebuah rumah. Ia tak pernah memiliki rumah, seperti ayam, burung atau kucing di jalanan Gaza yang diberi tempat tinggal. Ia dijuluki ‘Deif’; bermakna ‘tamu’ (arab) karena selalu mengembara tak tentu rimba, berpindah pindah. Sebagai ‘tamu’ ia hanya datang sejenak atau sesaat setiap berada di sebuah wilayah, lebih banyak menghabiskan hari harinya di lorong lorong bawah tanah.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak kecil ia mengalami moral yang dipermainkan. “Cintailah orang asing itu: kalian juga orang asing tatkala hidup di Tanah Mesir”.  Itu sabda Tuhan dalam Taurat, kitab suci umat Yahudi. Tapi, ia melihat pemukim Yahudi yang semakin banyak jumlahnya--- umumnya datang dari Brooklyn, New York ---selalu menghardik dirinya dengan kebencian.

img_title Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Jadi Kunci Perdamaian Palestina

Pada 1994 ia melihat Baruch Goldstein pada Jumat pukul 5:20 pagi saat umat Muslim baru saja selesai menegakkan shalat subuh, tiba tiba masuk ke tempat ibadah  sambil menenteng senjata dan memberondong orang yang tengah sujud di Masjid Ibrahim, Hebron, Palestina. Puluhan jamaah tersungkur. 

“Mereka itu patogen yang menjangkiti kita,” ujar Goldstein tak menyesal atas perbuatannya. Moralitas agama ia jadikan sebagai alat untuk membenci.  

img_title Rekam Jejak Andrea Bocelli Disorot MUI, Terancam Batal Manggung di Indonesia karena Pernah Dukung Israel

Satu hari setelah serangan Badai Al Aqsa, ia menulis surat yang dimuat Middle East Monitor menyebut serangannya bagian dari mengutuk pemukim-pemukim baru yang sikapnya seperti Goldstein. 

“Pendudukan Israel melarang warga Palestina mengakses Masjid Al-Aqsa dan mengizinkan pemukim pemukim baru kolonial Israel mengotori situs suci umat Islam dan melakukan penggerebekan setiap hari ke kompleks suci umat Islam,” tulis Deif dengan lancar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(Arsip Foto - Masjid Al-Aqsa. Sumber: ANTARA)

Deif beruntung saat muda masuk Hamas. Organisasi perlawanan modern yang diinisiasi aktivis Ikhwanul Muslimin pada 1970-an itu terus melahirkan pejuang pejuang baru dari kancah pertempuran.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut