Martabat Palestina

Kolase - Wapemred tvonenews.com Ecep S Yasa mewawancara salah satu pendiri Hamas, Khaled Mashal (insert kanan bawah). Background Demo antri Israel.
Sumber :
  • tim tvonenews.com

Siapapun yang pernah dinista dan diabaikan pasti mafhum apa yang bergejolak di dada Deif ketika melihat warga Palestina hidup dalam tahanan terbesar di dunia.  

img_title Pembunuhan Ali Khamenei Dinilai Jadi Kesalahan Strategis Israel, Netanyahu Disalahkan

Pada 2002 Perdana Menteri  Ariel Sharon membangun dinding dinding pembatas dari beton setinggi 10 meter atau dua kali lipat lebih tingginya dari tembok Berlin. Israel beralasan tembok hanya untuk menandai batas batas wilayahnya, namun kenyataannya demarkasi itu meruyak sepanjang 650 kilometer, merentang melintasi Tepi Barat Sungai Yordan dan Yerusalem Timur. Tak cukup, kawat berduri, radar, kamera pengintai, juga parit di gali di kedua sisi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pagar seolah membawa pesan, ada pihak yang di dalam, “ditahan”, ada yang di luar, bebas berkeliaran. Bagi anak anak Palestina tembok menghapus identitas mereka. Seolah jadi anak Palestina adalah beban, memanggul KTP Palestina adalah kesengsaraan hidup. 

img_title Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Jadi Kunci Perdamaian Palestina

Deif terpukul melihat warga kota el Azariyah, misalnya setiap pagi perlu alat pengangkut barang untuk menyeberangkan anak-anak mereka melintasi dinding untuk pergi ke sekolah.

“Mereka terus melanggar batas merah, tidak peduli pada apapun,” tulis Deif dengan getir. “Pemimpin dunia tak ada yang bertindak,” tambah Deif.

img_title Rekam Jejak Andrea Bocelli Disorot MUI, Terancam Batal Manggung di Indonesia karena Pernah Dukung Israel

(Warga Palestina mengibarkan bendera nasional mereka dan merayakannya dengan tank Israel yang hancur di pagar Jalur Gaza di timur Khan Younis selatan Sabtu, 7 Oktober 2023. Sumber: AP Photo)

Ia malah menyaksikan pengkhianatan satu persatu negeri serumpun. Secara provokatif Presiden Amerika Donald Trump menginisiasi empat negara Arab (Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko) untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Artinya sudah enam negara Arab berdamai dengan Israel setelah Mesir (1979) dan Yordania (1994).

Kini, juga lewat kebijakan Abang Sam, Arab Saudi memasuki tahap akhir negosiasi normalisasi dengan Israel. Sebelum resmi diketok pun, dengan mata telanjang publik melihat menteri-menteri Israel keluar masuk Saudi secara terang terangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan serangan Badai Al Aqsa, Mohammed Deif berhasil memberi martabat bagi warga Palestina. Ia mengenalkan lagi makna harga diri bagi seorang manusia. 

Seperti kata penyair Palestina, Mahmoud Darwish, “Israel adalah kubur bagi kebesaran yahudi.”

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut