Energi Kreatif Purwokerto

Pojok KC - Kolase Foto Energi Kreatif Purwokerto
Sumber :
  • tim tvonenews.com

img_title Lego Skylines Bawa Gaya Bermain Santai yang Bisa Menarik Penggemar Minecraft

Aktor dalam film adalah Rianto, seorang penari Lengger Lanang yang telah mengenalkan khazanah tarian tradisi Banyumas ini pada dunia. Setelah menikah dengan perempuan Jepang, Rianto kini berkarir sebagai penari professional di Jepang. Jadwal pentasnya padat sepanjang tahun, mengenalkan Lengger lanang dari satu gedung pertunjukan ke gedung pertunjukan lainnya di Eropa dan Amerika. Rianto tak melupakan akarnya, anak seorang petani miskin di desa. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini ia ulang alik Banyumas-Tokyo mengajar Lengger di pusat seni yang didirikannya, Rumah Lengger Banyumas.  Rianto sesungguhnya hanya melanjutkan apa yang sudah dilakukan seniman tari Darliah. Mbok Dariah dari Somakaton, Somagede, Banyumas adalah penari Lengger legendaris. 

img_title Lego vs Minecraft, Pertarungan Baru Game Pembangunan yang Bisa Mengubah Cara Pemain

Tak hanya Rianto dan Dariah, khazanah budaya Banyumas yang kaya juga menyumbang penulis besar bagi sastra Indonesia: Ahmad Tohari. Sastrawan yang hingga usia 76 tahun tetap menulis dari desanya di Jatilawang ini sangat berjasa mengenalkan budaya Banyumas lewat trilogi novelnya yang indah: Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari dan Jentera Bianglala. 

img_title Jembatan Budaya Boyong Grup Kolintang Rhythm of Minahasa dalam Misi UNESCO di Paris

Lewat tokoh Srintil, Ahmad Tohari mengungkap jatuh bangunnya kehidupan Lengger perempuan yang disebut Ronggeng, di sebuah dusun yang miskin--sebagian besar penduduknya meninggal dunia karena memangsa tempe bongkrek-dan digojlok hura hara politik pada 1960-an.

Namun, kota yang baik juga harus hidup dengan budaya terkini, kehidupan kontemporer. Yogyakarta menjadi daerah istimewa menurut saya karena merawat aneka kebudayaan lama dan baru yang berdampingan. Di daerah Taman Sari atau Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat misalnya kita masih bisa temukan jejak jejak kehidupan Raja Jawa berabad abad silam, berdampingan dengan kehidupan seni terkini yang hidup di galeri galeri seni yang bertebaran di kawasan Tirtodipuran, misalnya. 

Hal ini juga terjadi di Purwokerto. Di kota yang terkenal dengan Sroto Sokaraja, anak-anak mudanya menyelenggarakan Festival Film Purbalingga (FFB) dengan keras kepala.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setiap tahun sejak 2007 mereka membawa dan memutar film film terbaik dari berbagai penjuru dunia dengan layar tanjleb keliling dari desa ke desa. Menarik melihat balai desa atau tanah lapang bekas sawah yang tengah puso, jadi tempat warga bertemu menonton film film seni yang tak semuanya mereka pahami.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut