Purna Tugas Menjadi Jurnalis tvOne
- Istimewa
Dengan perlahan media konvensional memasuki periode senjakala. Dengan perilaku pengiklan yang berubah drastis, beban operasional yang sangat tinggi, dan kegagalan menangkap pesan dari zaman yang tengah bertransformasi, tak sedikit media yang akhirnya berguguran.
Namun, seperti layaknya pemain sepak bola di liga profesional, klub boleh bangkrut, namun pemain dan sepak bola sebagai hal yang “fitrah” dan dibutuhkan orang banyak akan tetap bertahan. Yang ditinggalkan hanya wadah dan cara distribusinya, jurnalisme dan wartawan tetap akan bertahan dengan platform yang berbeda.
Dan kini saya menyaksikan media menjadi semakin kecil, namun solid, lincah, cepat dan mendalam. Banyak jurnalis kini menjadi freelancer, membangun newsletter pribadi, blog, atau bergabung dengan platform jurnalisme independen seperti Substack atau Medium.
Saya memilih terus mengaktualisasi diri, beradaptasi dengan zaman yang berubah. Kini setiap jurnalis adalah manusia pembelajar, harus paham SEO (Search Engine Optimization), analytics dan berbagai platform distribusi konten. Selain itu, tak bisa tidak, konten berita juga harus dinamis dan visual.
Demikian, setelah pamit dari tvOne, saya memilih tetap akan berenang di samudera bisnis informasi. Dan jika saya ditanya, “Mengapa masih menjadi jurnalis ketika banyak media runtuh?”, saya akan menjawab:
“Karena dunia tetap membutuhkan orang yang berani melihat, mendengar, dan mencatat kenyataan — apa pun medianya.”
(Ecep Suwardaniyasa / Pemimpin Redaksi tvOnenews.com)