Suara Jernih dari Kampus

Pojok KC - Suara Jernih dari Kampus. Kolase Foto Wapemred tvonenews.com dengan background aktivitas perguruan tinggi.
Sumber :
  • tim tvone

PETISI yang disampaikan sejumlah guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengingatkan keadaan—termasuk pada sepak terjang Presiden Jokowi sebagai mengampu tertinggi kehidupan politik di tanah air--harus kita pahami sebagai suara jernih dari ketinggian moral. 

img_title Deretan Fakta Berpulang Guruh Soekarnoputra, Putra Bungsu Soekarno yang Dikenal Lewat Seni dan Politik

Kita seperti diberikan cermin yang bening untuk berkaca: inilah wajah demokrasi di republik. Sebagian nampak kumal, cemang cemong, penuh jelaga tebal. Tapi, bagaimanapun itulah wajah kita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suara dari kampus ibarat tatapan mata elang dari negeri di atas awan. Dari posisi menara gading, ia begitu tajam menembus kedalaman persoalan karena ia berada di ketinggian. Ia akan terbang menukik ketika ada marabahaya mengancam.  Maklum, ketika orang-orang memandang segala sesuatu dari kerendahan penglihatan, tak pelak kenyataan di luar dirinya akan kabur. Satu-satunya kebenaran adalah yang tampak dari sudut pandangnya. Ia tak bisa menangkap kebenaran lain dari posisi tetangga di seberang jalan.

img_title Mendiktisaintek soal Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Kami Sudah Mulai Menghitung

"Kami menyesalkan tindakan-tindakan menyimpang yang justru terjadi dalam masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Universitas Gadjah Mada," begitu bunyi Petisi Bulaksumur yang dibacakan Guru Besar Fakultas Psikologi UGM, Koentjoro, di Balairung UGM, Sleman, DIY, akkhir Januari 2024.

Sebuah petisi yang kita tahu ternyata beresonansi dengan kenyataan dan kebenaran. Buktinya, ia segera disambut seruan seruan lainnya dari lembaga pendidikan yang cukup berintegritas: Universitas Islam Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Padjadjaran.

img_title Sejumlah PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026, UIN Raden Intan Lampung Peringkat 8 Nasional

Yang membahagiakan, seruan keprihatinan dari kampus kampus ternama itu menyadarkan ternyata tidak semua elemen masyarakat terlena, ternina bobokan dan abai pada keadaan bangsa. 

Sebagai Aparatur Sipil Negara, para guru besar ini bagian kelompok sosial yang dinaikkan gajinya 8 kali oleh pemerintah. Dalam aturan baru mereka juga bisa mendapatkan kenaikan jabatan hingga 6 kali dalam setahun, juga tunjangan bulanan dan bonus tahunan. Kondisi yang serba nyaman sebenarnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tapi, seberapapun emasnya, bagi elang yang terbiasa terbang menembus puncak-puncak langit, sangkar tetaplah sangkar.

Maraknya petisi keprihatinan dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri seperti membangkitkan lagi diskusi panjang soal posisi intelektual di kampus sebagai salah satu agen perubahan masyarakat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut