Geger, Makam Khalifah Umar Dibongkar dan Jenazahnya Diculik

VIVA Militer: Makam Khalifah Umar bin Abdulaziz.
Sumber :

VIVA – Geger, pasukan milisi pro Presiden Bashar al-Assad diduga telah membongkar makam Khalifah Umar bin Abdulaziz dan menculik jenazahnya.

img_title Khutbah Jumat: Pentingnya Memiliki Pemimpin Menjunjung Adab

Dikutip VIVA Militer dari Dailysabah, Kamis 27 Mei 2020, perbuatan tentara bayaran Assad itu terungkap setelah beredar video kondisi makam Khalifah Umar II itu di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam rekaman itu terlihat kondisi makam sudah hancur berantakan, tampak lubang besar bekas penggalian di tengah makam Khalifah Umar dan tak lagi terlihat ada jenazah dan sisa-sisa tubuh sang khalifah yang terkenal dengan kebaikannya itu di dalam liang lahat.

img_title AS Peringatkan Israel Tak Serang Iran!

Tak hanya itu saja, seluruh makam yang ada di sekitar makam Khalifah Umar juga ditemukan dalam kondisi yang sama.  Namun tak ada yang mengetahui kemana jenazah cicit dari Khalifah Umar bin Khatab itu dibawa oleh milisi pro-Assad.

Kompleks pemakaman Khalifah Umar berada di Desa Deyr Sharkimex, Maarat Al Noman, di Provinsi Idlib. Ini bukan pertama kali makam Khalifah Umar jadi target serangan rezim Assad, pada Februari 2020, Assad bahkan mengutus jenderal perangnya untuk merusak dan membakar bangunan di sekitar kompleks pemakaman.

img_title Sepupu Eks Presiden Suriah Bashar Assad Divonis Mati

Tak tanggung-tanggung yang dikerahkan Assad adalah Ketua Komite Polisi Militer Hama, Komandan Divisi 9, Mayor Jenderal Ramadan Yusuf.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun akhirnya, Jenderal Ramadan akhirnya tewas dalam serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Turki.

Untuk diketahui, Khalifah Umar bin Abdulaziz merupakan khalifah kelima pada Kekhalifahan Umayyah. Dia memimpin dari tahun 717 hingga 720 dan kerap disebut sebagai khulafaur rasyidin kelima.

Ilustrasi banjir bandang

Hujan Deras Picu Banjir Bandang di 3 Negara, 4 Orang Tewas Termasuk Anak-anak

Hujan deras memicu banjir bandang dan menimbulkan korban jiwa di sejumlah negara Timur Tengah dan Afrika Utara. Sebanyak empat orang, termasuk dua anak-anak, meninggal.

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut