Tentara NATO Diserang, Negara Ini Terancam

Bendera NATO.
Sumber :
  • www.breitbart.com

Sementara itu, pengunjuk rasa Serbia di Zvecan melemparkan gas air mata dan granat kejut ke tentara NATO. Warga Serbia juga bentrok dengan polisi di Zvecan dan kendaraan NATO yang dicat semprot dengan huruf "Z", mengacu pada tanda Rusia yang digunakan dalam perang di Ukraina.

img_title Ungkap Kondisi Likuiditas, Bos LPS Buka Suara soal Perang Suku Bunga Antarbank

Di Leposavic, dekat perbatasan dengan Serbia, pasukan penjaga perdamaian AS dengan pakaian anti huru hara memasang kawat berduri di sekitar balai kota untuk melindunginya dari ratusan orang Serbia yang marah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian pengunjuk rasa melemparkan telur ke mobil yang diparkir milik walikota baru Leposavic.

img_title Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran? Begini Faktanya!

Menteri Pertahanan Milos Vucevic mengatakan, Vucic, yang merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata Serbia, meningkatkan kesiapan tempur tentara ke tingkat tertinggi.

"Ini menyiratkan bahwa segera sebelum pukul 14:00, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Serbia mengeluarkan instruksi tambahan untuk penempatan unit-unit tentara di posisi khusus yang ditentukan," kata Vucevic, tanpa menjelaskan lebih lanjut

img_title Mantan PM Ukraina Sebut Volodymyr Zelenskyy Tak Waras: Kirim Perempuan ke Medan Perang Tindakan Gila

Penjaga perdamaian NATO juga memblokade balai kota di Zubin Potok untuk melindunginya dari warga Serbia setempat yang marah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Igor Simic, wakil ketua Serbia List, partai Serbia Kosovo terbesar yang didukung Beograd, menuduh Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti memicu ketegangan di utara.

"Kami tertarik pada perdamaian. Warga Albania yang tinggal di sini tertarik pada perdamaian, dan hanya dia (Kurti) yang ingin membuat kekacauan," kata Simic kepada wartawan di Zvecan.

JK menyampaikan kuliah umum bertajuk

Bicara di Harvard, JK Ingatkan soal Perang Dunia hingga Korupsi yang Menekan Ekonomi Indonesia: Uang Saja Tidak Cukup!

Di Harvard, JK menegaskan dinamika geopolitik tidak hanya menentukan arah hubungan antarnegara, tetapi juga memengaruhi stabilitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut