4 Oknum Prajurit TNI AU Penganiaya Prada Indra Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

VIVA Militer: Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah
VIVA Militer: Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah
Sumber :
  • Istimewa/Viva Militer

VIVA – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan, pihaknya telah melakukan penahanan terhadap empat oknum prajurit TNI Angkatan Udara yang diduga terlibat dalam tindak kekerasan yang berujung pada tewasnya anggota Komando Operasi Udara (Koopsud) III Prada Mochamad Indra Wijaya di Biak, Papua.

"4 orang atas nama Prada SL, Prada MS, Pratu DD, dan Pratu BG sudah status tersangka. Sudah masuk dalam penahanan sementara tingkat pertama selama 20 hari untuk penyidikan," kata Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah saat dikonfirmasi awak media, Rabu, 23 November 2022.

Kadispenau menegaskan, TNI Angkatan Udara akan memberikan sanksi atau hukuman tegas terhadap keempat pelaku penganiayaan yang merupakan senior korban. 

"Untuk sanksi administrasi, dapat dipecat," ujarnya.

Dalam kasus ini, lanjut Indan, penyidik Polisi Militer Angkatan Udara telah mengenakan pasal berlapis terhadap empat oknum prajurit TNI Angkatan Udara yang diduga kuat terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan Prada Indra meninggal dunia.

Adapun pasal yang dikenakan adalah Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun, Juncto Pasal 351 tentang Penganiayaan ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun, Junto Pasal 131 ayat (3) KUHPM tentang pemukulan atasan kepada bawahan dalam dinas yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman 9 tahun.

Prada Indra Meninggal Tak Wajar