Kepala Berlumur Darah, Mama Sopi Lari ke Pos Pasukan Tombak Sakti TNI

VIVA Militer: Satgas Yonif 122 Tuah Sakti obati mama
Sumber :
  • Puspen TNI

VIVA – Keberadaan prajurit TNI di Papua ternyata benar-benar sangat berdampak baik pada masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.

Siasat Licik Israel Sabotase Iran Dibongkar Media Amerika

Seperti yang baru saja terjadi di Pos TNI Angkatan Darat, Satuan Tugas Batalyon Infanteri 122/Tombak sakti di Kampung Wembi, Distrik Mannem, Kota Jayapura.

Jadi, tiba-tiba saja seorang mama bernama Sopi berlari mendatangi Pos Wembi. Darah segar terlihat membasahi kepala wanita 45 tahun itu.

Horor, Rudal Termonuklir Rusia Hantam Situs Listrik Ukraina

VIVA Militer: Satgas Yonif 122 Tuah Sakti obati mama

Photo :
  • Puspen TNI

Berdasarkan siaran resmi penerangan Yonif 122/Tombak Sakti dilansir VIVA Militer, Kamis 29 Februari 2024, Mama Sopi datang dengan kondisi terluka untuk meminta pertolongan dari tim kesehatan Pasukan Tombak Sakti.

Sukses Jalani Misi Kemanusiaan di Gaza, 27 Prajurit Pemberani Dapat Penghargaan dari Panglima TNI

Jadi Mama Sopi terluka cukup parah di kepalanya. Dan tak ada fasilitas medis yang bisa terjangkau olehnya hingga ia memutuskan meminta bantuan prajurit TNI.

Melihat kondisi Mama Sopi, tim kesehatan Pos Wembi langsung memberikan pertolongan medis darurat. Luka pada kepala Mama Sopi pun dijahit dengan lima jahitan.

VIVA Militer: Satgas Yonif 122 Tuah Sakti obati mama

Photo :
  • Puspen TNI

Menurut Komandan Yonif 122/Tombak Sakti, Mayor Inf Diki Apriyadi, memang selama bertugas di Papua, batalyon asal Kodam Bukit Barisan ini membuka layanan kesehatan 24 jam untuk masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.

Bahkan enggak cuma di pos saja, tim kesehatan Pasukan Tombak Sakti juga siap bergerak ke rumah-rumah warga jika memang membutuhkan pertolongan medis.

Setelah lukanya dijahit dan ditutup dengan perban. Mama Sopi diberi obat dan diperbolehkan pulang. Tapi ia diminta untuk datang kembali beberapa hari ke depan untuk memeriksakan kondisi luka pasca penanganan darurat di Pos Wembi.

Baca: Heboh TNI Bangun Kodam Baru, Jenderal Gumilar: Yang Benar 22 Bukan 37

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya