Status AMMDes Membingungkan, Mobil atau Alat?

Mobil pedesaan.
Sumber :
  • VIVA/Pius

VIVA – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian, berencana memasarkan mobil perdesaan atau Alat Mekanis Multiguna Perdesaan pada awal 2019. Sayangnya, hingga kini mobil bermerek Kiat Mahesa Wintor itu masih belum jelas statusnya.

img_title Mobil Bekas Rp75 Jutaan, Pilihannya Bukan Cuma Mobil Tua

Menurut Direktur Utama PT Kiat Inovasi Indonesia, Sukiyat, AMMDes bukan sebuah kendaraan, melainkan alat mekanis yang serbaguna. Otomatis, tidak membutuhkan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK. Tapi sampai saat ini, Kemenperin belum memutuskan status AMMDes.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami sedang urus, apakah butuh STNK atau tidak, karena pemerintah aneh, membuat lama prosesnya. Sampai sekarang, Kemenperin belum ada keputusan. Kami juga sudah berbicara dengan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian,” ujarnya saat dihubungi VIVA, Selasa 28 Agustus 2018.

img_title Beli Mobil Bekas Kini Tak Cukup Cuma Test Drive

Menurutnya, secara teknis putusannya akan ada di Perhubungan dan Kepolisian. “Kalau gambaran saya, akan tetap mempunyai STNK, karena alat mekanis itu berjalan. Ketika kami bertemu Dirlantas, seperti itu obrolannya, tidak seperti grandong,” tuturnya.

Mobil pedesaan

img_title Perang Harga Mobil Bisa Jadi Bumerang bagi Industri Otomotif RI

Sementara menurut Presiden Direktur PT Kiat Mahesa Wintor Distributor, Rio Sanggau, AMMDes dalam kategori Kemenperin belum ada. Saat ini sedang tahap finalisasi, dan harapannya bisa layak jalan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Artinya, kalau layak jalan bisa saja memenuhi standar itu (punya STNK),” katanya.

Berbeda dengan Wintor yang sudah dipasarkan sejak tiga tahun lalu, Rio mengatakan, sudah ada 1.500 unit Wintor yang dijual dan tidak membutuhkan STNK, karena hanya digunakan di perkebunan.

Booth Daihatsu di GIIAS 2026

Hampir Separuh Pasar Indonesia Masih Berburu Mobil di Bawah Rp300 Juta

Mobil baru dengan teknologi canggih terus berdatangan ke Indonesia. Namun, segmen harga di bawah Rp300 juta ternyata masih menguasai 49 persen pasar otomotif nasional.

img_title
VIVA.co.id
24 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut