Bukan Hanya Stres, Menyetir Juga Bikin Badan Gemuk

Ilustrasi mengemudi.
Sumber :
  • Pixabay/Foundry

VIVA –Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Leicester, Inggris, menemukan fakta unik. Seorang peneliti bernama Kishan Bakrania mengatakan, pengemudi yang menghabiskan waktu berjam-jam berisiko mengalami penurunan kecerdasan.

img_title Terapi Pengelolaan Berat Badan & Lindungi Kesehatan Jantung Jadi Tema World Heart Day 2026

Penelitian yang ia lakukan membuahkan fakta, 93 ribu orang yang awalnya memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata mengalami penurunan ingatan. Alasannya, berkendara membuat mereka mudah stres dan lelah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun ternyata, ada sebuah penelitian lain yang tidak kalah mengagetkan hasilnya. Dilansir dari Sydney Morning Herald, Senin, 26 November 2018, mengemudi terlalu lama juga bisa membuat berat badan naik.

img_title Perut Pria Makin Buncit Setelah Usia 40? Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh

Professor Takemi Sugiyama dari Australian Catholic University Institute of Health and Ageing melakukan riset pada 2.800 warga Australia berusia 34-65 tahun, yang sehari-hari menggunakan kendaraan pribadi untuk kegiatan mereka.

Kegemukan.

img_title Waspadai Produk Obat Abal-abal, BPOM Ingatkan Penanganan Obesitas Tak Bisa Instan

Hasilnya, mereka yang mengemudi lebih dari satu jam per hari mengalami kenaikan berat badan 2-3 kilogram, dibandingkan dengan orang yang menyetir hanya 15 menit setiap harinya. Tak hanya itu, lingkar pinggang mereka juga bertambah 1,5 sentimeter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sugiyama menjelaskan, belum rapinya sistem transportasi massal di pinggiran kota membuat mereka yang tinggal di kawasan tersebut rentan mengalami obesitas.

Jika menggunakan transportasi umum, meski warga duduk di bangku yang tersedia, namun ada kegiatan berjalan kaki yang bisa membakar kalori.

Ilustrasi obesitas/kegemukan.

Bukan Cuma Pangkas Berat Badan, Obat Obesitas Ini Dikaitkan dengan Penurunan Lemak Hati

Penanganan obesitas tidak hanya berkaitan dengan angka timbangan. Kondisi organ dalam, termasuk hati, juga menjadi perhatian karena penumpukan lemak di organ tersebut.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut