Apple CarPlay dan Android Auto Dianggap Tidak Aman

Apple CarPlay.
Sumber :
  • Apple

Amerika Serikat, 13 Desember 2023 – Pabrikan otomotif asal Amerika Serikat, General Motors mengumumkan bahwa mereka akan berhenti mendukung sistem konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto pada tahun 2024.

img_title Jaga Fleksibilitas dan Keterbukaan Akses Kerja, Sejumlah Komunitas Ojol Tolak Wacana Status Pekerja

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa keputusan ini diambil karena kedua sistem tersebut dianggap tidak aman untuk digunakan oleh para pengemudi mobil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

GM mengklaim, bahwa Apple CarPlay dan Android Auto dapat mendorong pengemudi untuk menggunakan ponsel mereka saat mengemudi.

img_title Sudah Dipasang Pembatas, Pengendara Tetap Nekat Lewati Jalan yang Belum Kering

Dikutip VIVA Otomotif dari laman Jalopnik, sistem-sistem tersebut memungkinkan pengemudi untuk mengakses aplikasi ponsel mereka melalui layar infotainment mobil.

Android Auto

Photo :
  • Digital Trends

img_title Cuma Butuh 3 Menit, Pengemudi Bisa Tahu Siap Nyetir atau Tidak

Namun, GM berpendapat bahwa sistem-sistem tersebut tidak sempurna dan dapat mengalami masalah, seperti koneksi yang buruk, rendering yang buruk, respons yang lambat, dan koneksi yang terputus.

Ketika Apple CarPlay dan Android Auto mengalami masalah, pengemudi mungkin akan mengambil ponsel mereka kembali untuk memperbaiki masalah tersebut. Hal ini dapat menyebabkan pengemudi kehilangan fokus dari jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

GM mengatakan bahwa mereka akan mengembangkan sistem infotainment in-house mereka sendiri yang akan lebih aman.

Sistem tersebut akan menggunakan teknologi augmented reality untuk menampilkan informasi penting di depan mata pengemudi, sehingga mereka tidak perlu mengalihkan pandangan dari jalan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan GM untuk menghentikan dukungan Apple CarPlay dan Android Auto telah menimbulkan kontroversi. Banyak orang berpendapat bahwa sistem-sistem tersebut sebenarnya aman dan dapat membantu mengurangi penggunaan ponsel saat mengemudi.

Ilustrasi Ojek Online

Skema Bagi Hasil Ojol 92:8 Dinilai Berisiko, Pendapatan Pengemudi Belum Tentu Naik

Kebijakan penyesuaian skema baru bagi hasil antara aplikator ojek online (ojol) sebesar 8 persen dan mitra pengemudi sebesar 92 persen menuai sorotan tajam

img_title
VIVA.co.id
17 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut