Ternyata Penyebab Kecelakaan Maut Bus dan Truk Bukan Cuma Rem Blong

Kecelakaan di jalan raya melibatkan truk (ilustrasi)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Jakarta, VIVA – Kecelakaan yang melibatkan bus dan truk terus menjadi ancaman nyata di jalan raya Indonesia. Lantaran kerap memakan korban jiwa yang tidak sedikit.

img_title Kecelakaan Truk di Bekasi, Jasa Raharja Beri Santunan Korban Meninggal Rp 50 Juta-Luka Dapat Biaya Perawatan Rp 20 Juta

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan, setidaknya ada empat penyebab utama yang kerap menjadi pemicu kecelakaan maut tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hampir setiap hari selalu ada berita bus dan truk yang mengalami kecelakaan, dan faktor utama penyebabnya selalu disebabkan oleh faktor manusia. Kecelakaan selalu diawali oleh adanya hazard (bahaya). Adanya hazard atau bahaya inilah yang kemudian meningkatkan risiko orang celaka saat berlalu lintas di jalan," ujar Plt Ketua Subkomite Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT, Ahmad Wildan, dikutip VIVA melalui keterangan resmi.

img_title Pemerintah Incar Bus Ikut Disetrum Mulai 2027

Wildan pun mengungkapkan ada beberapa alasan pemicu truk dan bus kerap menjadi penyebab kecelakaan maut.

"Paling sering itu kecelakaan diakibatkan oleh rem blong, yang selalu terjadi pada jalan menurun dan memiliki pola yang sama yaitu pengemudi menggunakan gigi tinggi saat melalui jalan menurun, melakukan pengereman berulang, sehingga mengakibatkan rem tidak berfungsi," katanya.

img_title Kecelakaan 2 Truk di Depan Gedung DPR, Keramik Tumpah Bikin Gatot Subroto Macet

Bus ALS yang mengalami kecelakaan di Padang Panjang tewaskan 12 orang

Photo :
  • Antara Foto

Ia menambahkan, bahwa saat pengemudi memindahkan gigi di jalan menurun saat rem tidak berfungsi, bisa menyebabkan gigi masuk ke posisi netral dan berakhir dengan tabrakan hebat karena kecepatan kendaraan bisa mencapai 100 km/jam bahkan lebih karena melaju pada jalan menurun dalam posisi gigi netral.

"Kedua, kecelakaan rem blong yang dipicu rem tidak berfungsi karena mengalami malfunction pada sistem rem, hal ini disebabkan karena pengemudi tidak melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum beroperasi (pre-trip inspection)," tutur Wildan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketiga, kecelakaan masuk jurang atau terguling akibat pengemudi tidak memahami jalan yang disebabkan minimnya informasi terkait kondisi jalan dan lingkungannya.

Terakhir, kecelakaan yang disebabkan pengemudi mengalami microsleep. Hal itu dipicu akibat mengemudi lebih dari 12 jam tanpa istirahat atau mengemudi dalam kondisi sakit dan mengkonsumsi obat.

Tragedi kecelakaan truk molen di Bekasi pada Minggu (1/11/2026)

Kronologi Truk Molen Hantam Halte di Bekasi dan Tewaskan 6 Warga, Sopir Mengaku Sempat Berusaha Hindari Tabrakan

Kronologi kecelakaan truk molen di Bekasi yang menewaskan enam orang dan melukai enam lainnya, mulai dari dugaan rem blong hingga sopir diamankan polisi.

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut