Bukan Truk, Bus Malah Jadi Andalan Baru Isuzu

Truk Isuzu
Sumber :
  • IAMI

Jakarta, VIVA - Pasar kendaraan komersial di Indonesia sepanjang 2025 belum menunjukkan perbaikan berarti. Data hingga Agustus mencatat penurunan sekitar 9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

img_title Pemerintah Incar Bus Ikut Disetrum Mulai 2027

Head of Business Strategy Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Rian Erlangga, menyebutkan pelemahan ini terutama terjadi di sektor-sektor yang menjadi penopang utama, seperti tambang dan perkebunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk sektor mining tahun ini cukup melemah, harga juga belum baik. Agrikultur, misalnya sawit, masih stagnan,” ujarnya belum lama ini. 

img_title Kecelakaan 2 Truk di Depan Gedung DPR, Keramik Tumpah Bikin Gatot Subroto Macet

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kontribusi penjualan Isuzu, terutama truk besar 6x4 FTZ yang banyak dipakai untuk kegiatan tambang. Tahun ini, kontribusinya hanya sekitar 10 persen. Meski demikian, Isuzu masih menaruh harapan pada segmen distribusi, transportasi, hingga retail sales yang relatif stabil.

Rian menambahkan, biasanya menjelang akhir tahun permintaan kendaraan komersial meningkat seiring naiknya kebutuhan jasa transportasi. Produk seperti Traga Bus dan Elf microbus kerap mengalami lonjakan permintaan pada periode libur panjang.

img_title Truk ODOL Bikin Jalan Cepat Rusak, Negara Harus Keluar Biaya Perbaikan

Faktor lain yang dinilai dapat membantu pemulihan pasar adalah kebijakan fiskal.

“Sampai dengan akhir tahun ini mudah-mudahan ada stimulus, apalagi Menteri Keuangan baru saja diganti. Jika ada dukungan dari bank-bank BUMN, pencairan kredit bisa lebih mudah. Karena sekitar 90 persen pengusaha mengambil kendaraan dengan fasilitas kredit,” tutur dia.

Isuzu juga melihat peluang di segmen kendaraan penumpang. Melalui divisi baru, perusahaan menawarkan model NQR bus, Elf, hingga LT bus. Salah satunya sudah menembus pasar TransJakarta, yang dinilai bisa menjadi contoh untuk daerah lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kontribusi segmen bus saat ini sekitar 20 persen, bahkan naik sampai 60 persen di pasar private,” ujar Rian.

Dengan kombinasi strategi diversifikasi produk dan potensi stimulus dari pemerintah, Isuzu berharap pasar kendaraan komersial dapat kembali menggeliat pada triwulan terakhir 2025.

Jasa Raharja meninjau lokasi kecelakaan di Bekasi

Kecelakaan Truk di Bekasi, Jasa Raharja Beri Santunan Korban Meninggal Rp 50 Juta-Luka Dapat Biaya Perawatan Rp 20 Juta

Jasa Raharja bergerak cepat memberikan pelayanan terhadap korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah truk molen di Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, Kota Bekasi

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut