Perbandingan Pajak Mobil Baru Indonesia dan Thailand

Pameran GIIAS 2025
Sumber :
  • VIVA/Yunisa Herawati

Jakarta, VIVA – Di tengah lemahnya penjualan mobil baru, kendaraan elektrifikasi (xEV) menjadi satu-satunya kantong pertumbuhan di pasar otomotif.

img_title Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak

Data LPEM FEB UI yang dipaparkan di acara diskusi media bersama PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan dihadiri VIVA Otomotif menunjukkan, bahwa penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia terus melonjak tajam, terutama berkat insentif pajak yang lebih menguntungkan dibandingkan kendaraan konvensional (ICE) dan hybrid (HEV).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Struktur Pajak di Indonesia

img_title Mulai 2027, Transaksi Kripto di Luar Negeri Bisa Terlacak Otoritas Pajak RI

Di Indonesia, mobil konvensional (ICE) masih dibebani pajak yang cukup tinggi, dengan total beban mencapai sekitar 42% dari harga jual. Komponen pajak tersebut terdiri dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 12,5%, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12%, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 15%.

Untuk mobil hybrid (HEV), total pajak turun menjadi sekitar 32%, sementara kendaraan listrik murni (BEV) yang dirakit lokal (CKD) hanya dikenai pajak sekitar 2%. Namun, BEV impor (CBU) masih menghadapi pajak hingga 12%.

img_title PAAI Ungkap Masalah Keadilan Pajak bagi Agen Asuransi, Sandiaga Uno Soroti Tantangan Penjualan

Artinya, terdapat gap pajak yang cukup lebar antara mobil berbahan bakar fosil dan mobil listrik, yang menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar BEV di Indonesia.

Struktur Pajak di Thailand

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Thailand juga menerapkan insentif bagi kendaraan listrik, namun dengan perbedaan signifikan dalam struktur pajaknya. Mobil konvensional di Thailand dikenai pajak total sekitar 32%, terdiri dari 7% PKB dan 24% pajak konsumsi (excise tax). Untuk kendaraan hybrid, beban pajak turun menjadi sekitar 20%, sedangkan BEV lokal hanya sekitar 10%.

Dengan demikian, Thailand memiliki selisih pajak yang lebih kecil antara ICE dan BEV dibandingkan Indonesia. Hal ini menjelaskan mengapa pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia relatif lebih cepat dalam dua tahun terakhir.

Ilustrasi STNK baru

Pajak Mobil Bisa Beda Meski Modelnya Sama, Ini 6 Faktor Penentunya

Pajak mobil tak hanya ditentukan harga kendaraan. Simak 6 faktor yang memengaruhi besar tagihan, mulai dari NJKB, pajak progresif, lokasi hingga denda keterlambatan bayar

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut