Ribuan Identitas Pelanggan Nissan Dibobol Hacker

VIVA Otomotif: logo Nissan
Sumber :
  • VIVA Otomotif

Amerika Serikat, VIVA – Pemilik Nissan diminta lebih waspada terhadap potensi penipuan setelah terjadi kebocoran data besar-besaran yang melibatkan ribuan pelanggan. Insiden ini bermula dari serangan siber yang menimpa perusahaan perangkat lunak Amerika, Red Hat, yang sebelumnya dikontrak Nissan untuk menangani sistem manajemen pelanggan di salah satu jaringan penjualannya di Jepang.

img_title Mobil Kotor Gara-gara Abu Vulkanik? Ini Urutan Cucinya

Dilansir VIVA Otomotif dari Carscoops, Senin 29 Desember 2025, Serangan tersebut terjadi pada akhir September dan menyebabkan pencurian ratusan gigabita data dari puluhan ribu repositori internal. Dari kejadian itu, sekitar 21 ribu pelanggan Nissan dikonfirmasi datanya ikut terdampak. Informasi yang bocor meliputi nama, alamat, nomor telepon, email, hingga data yang terkait aktivitas penjualan. Kabar baiknya, tidak ada informasi kartu kredit yang dilaporkan ikut tercuri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nissan mengungkapkan Red Hat memberi pemberitahuan resmi terkait insiden ini pada 3 Oktober. Setelah dilakukan penelusuran, kebocoran dipastikan mencakup data pelanggan yang berada di bawah Nissan Fukuoka Sales Co.

img_title Suzuki Baleno Facelift Dijual Rp100 Jutaan, Sudah Punya ADAS Level 2

Namun, hingga saat ini belum ada indikasi data tersebut disalahgunakan. Meski begitu, Nissan tetap mengimbau pelanggan yang terdampak agar berhati-hati jika menerima panggilan mencurigakan, pesan tak dikenal, atau surat yang mengatasnamakan Nissan.

Produsen mobil asal Jepang itu menegaskan insiden ini menjadi perhatian serius. Nissan menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap pihak ketiga atau vendor yang bekerja sama dengan mereka, sekaligus meningkatkan standar keamanan siber untuk mencegah kejadian serupa terulang.

img_title Lamborghini Murcielago Jadi Mobil Drift Pertama di Indonesia, Nekat Banget

Mereka juga menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang muncul akibat kasus ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini Nissan belum memastikan apakah semua pelanggan yang terdampak akan dihubungi satu per satu. Namun perusahaan menyebutkan, kebocoran tampaknya terbatas pada pelanggan di Jepang. Artinya, konsumen di Amerika Serikat atau wilayah lain kemungkinan besar tidak terpengaruh.

Kasus ini menambah daftar panjang kebocoran data di industri otomotif global. Di tengah makin terhubungnya kendaraan dan layanan digital pabrikan, risiko keamanan siber pun ikut meningkat. Karena itu, kewaspadaan konsumen menjadi penting, terutama jika tiba-tiba mendapat komunikasi mencurigakan yang berkaitan dengan data pribadi mereka.

Tampilan Laman LinkedIn.

Jangan Percaya Ada yang Ngaku-ngaku Perekrut BUMN atau Tech Titan di LinkedIn

Kelompok peretas atau hacker Mirage Kitten kembali menjalankan kampanye serangan terarah dengan memanfaatkan lowongan kerja palsu di LinkedIn. Begini cara kerjanya.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut