Usai Libur Nataru, Jalanan Jakarta Kembali Merah

VIVA Otomotif: Ilustrasi mobil terjebak kemacetan lalu lintas
Sumber :
  • Dok: PTPL

Jakarta, VIVA – Berakhirnya libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) langsung diikuti lonjakan aktivitas di Jakarta, yang berdampak signifikan pada kondisi lalu lintas ibu kota. Sejak awal pekan, kepadatan kembali terasa di berbagai ruas utama seiring masyarakat kembali bekerja dan sekolah mulai berjalan normal.

img_title Sekjen PBB António Guterres ke Indonesia, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta dan Sekitarnya

Berdasarkan pantauan lalu lintas terkini VIVA Otomotif, Senin 5 Januari 2026, tingkat kemacetan di Jakarta berada di atas kondisi normal harian. Waktu tempuh rata-rata per 10 kilometer tercatat sekitar 25 menit 40 detik, lebih lama hampir dua menit dibandingkan kondisi biasanya pada jam yang sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat kemacetan berada di kisaran 49 persen, atau sekitar 11 persen lebih padat dari kondisi normal. Kecepatan rata-rata kendaraan pun ikut tertekan, hanya sekitar 23,4 km/jam, turun cukup jauh dari kecepatan ideal lalu lintas perkotaan.

img_title Jangan Sampai Terjebak Macet! Final Indonesia vs Thailand di GBK, 4 Ruas Jalan Ini Dirpediksi Padat

Kemacetan juga ditandai dengan banyaknya titik perlambatan yang muncul secara bersamaan. Tercatat ada puluhan titik kemacetan aktif dengan total panjang antrean mencapai lebih dari 50 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.

Pola kemacetan pasca-libur Nataru ini terlihat konsisten sepanjang jam sibuk pagi dan sore hari. Grafik pergerakan menunjukkan lonjakan kepadatan tajam pada pagi hari saat jam berangkat kerja, lalu kembali meningkat pada sore hingga malam hari.

img_title Awas Macet! Indonesia vs Malaysia di GBK, Polisi Siapkan Rekayasa Arus hingga Kantong Parkir

Menariknya, tingkat kemacetan saat ini bahkan mendekati pola kepadatan hari kerja tersibuk sebelum libur panjang. Hal ini menandakan bahwa aktivitas ekonomi dan mobilitas warga Jakarta telah pulih dengan cepat setelah periode libur akhir tahun.

Sejumlah ruas jalan protokol, akses menuju kawasan perkantoran, serta pintu masuk tol dalam kota menjadi titik rawan kemacetan. Volume kendaraan pribadi yang kembali mendominasi turut memperparah kondisi, terutama di jam-jam transisi pagi dan sore.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa Jakarta masih sangat bergantung pada mobilitas berbasis kendaraan pribadi. Meski transportasi umum terus dikembangkan, lonjakan pasca-libur menunjukkan tantangan besar dalam mengelola pergerakan massal secara efisien.

Bagi masyarakat, situasi ini menjadi sinyal untuk kembali menyesuaikan waktu perjalanan dan rute harian. Perencanaan perjalanan yang lebih matang diharapkan dapat mengurangi stres sekaligus membantu menekan kepadatan lalu lintas Jakarta pasca-libur Nataru.

Ilustrasi rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus

Hindari Macet! Ini Jalur Alternatif di Jakarta saat 26 Aksi Demo Berlangsung

Sebanyak 26 titik aksi unjuk rasa mewarnai Jakarta pada Selasa (20/10/26). Mengantisipasi kemacetan di sejumlah ruas jalan, Polda Metro menyiapkan rekayasa lalu lintas.

img_title
VIVA.co.id
20 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut