Pabrik Mobil Korea Selatan Mulai Kewalahan Hadapi China

Pabrik Hyundai di Ulsan, Korea Selatan
Sumber :
  • YouTube

Seoul, VIVA – Dunia otomotif Asia sedang memasuki babak baru yang cukup menarik untuk disimak. China yang dulu dikenal sebagai “pabrik dunia” kini mulai berdiri sejajar, bahkan menantang negara-negara yang lebih dulu unggul dalam teknologi.

img_title Mobil Ini Bukan Lagi Buat Gagah-gagahan, Pemiliknya Sudah Salah Pergaulan

Perubahan ini ikut dirasakan Korea Selatan, salah satu kekuatan besar industri otomotif global. Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung secara terbuka mengakui bahwa China kini sudah mengejar, bahkan melampaui negaranya di sejumlah bidang teknologi dan permodalan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dulu, kerja sama industri antara China dan Korea Selatan berjalan dengan pola yang cukup jelas. Korea Selatan membawa teknologi dan modal, sementara China menyediakan tenaga kerja dan kapasitas produksi besar.

img_title Polisi Punya Mobil Khusus untuk Bongkar Mobil yang Ringsek, Begini Peralatannya

Kini, peta tersebut tidak lagi sepenuhnya berlaku. Disadur VIVA Otomotif dari Carnewschina, Senin 5 Januari 2026, perkembangan pesat industri China membuat hubungan kedua negara bergeser menjadi lebih seimbang, sekaligus lebih kompetitif.

Perubahan ini paling terasa di sektor otomotif dan kendaraan listrik. China kini menjadi produsen sekaligus eksportir kendaraan listrik terbesar di dunia, dengan merek-merek lokal yang semakin agresif menembus pasar global.

img_title Buat Pengguna Android Auto, Google Bakal Bawa Youtube dan Browser ke Head Unit Mobil

Di sisi lain, Korea Selatan masih memegang peran penting dalam industri otomotif dunia. Negara ini kuat di sektor komponen, elektronik kendaraan, dan teknologi baterai yang banyak dipakai produsen global.

Soal baterai, persaingan semakin menarik. Perusahaan China unggul dalam produksi baterai yang lebih murah dan penguasaan bahan baku, sementara Korea Selatan fokus pada baterai berteknologi tinggi dengan performa lebih baik.

Masuknya baterai murah dari China membuat persaingan kian ketat. Produsen Korea Selatan pun harus mencari cara agar tetap kompetitif di tengah pasar kendaraan listrik yang terus tumbuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya soal mesin dan baterai, persaingan juga merambah ke “otak” mobil. Produsen China semakin cepat menghadirkan fitur pintar seperti sistem bantuan pengemudi dan kecerdasan buatan, bahkan di mobil kelas menengah.

Kondisi ini mendorong produsen Korea Selatan mempercepat pengembangan mobil berbasis perangkat lunak. Investasi besar digelontorkan agar tidak tertinggal dalam perlombaan teknologi kendaraan masa depan.

ilustrasi gambar mobil Ford Mustang Dark Horse

Apes Banget, Beli Mobil di Facebook yang Datang Malah Hasil Curian

Ayah dan anak di Pennsylvania diduga menjual 12 mobil curian lewat Marketplace Facebook. Banyak kendaraan yang dijual mencapai Rp9 miliar dengan dokumen palsu.

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut