Truk Listrik dan Hybrid Mulai Banyak di Jalanan

Ilustrasi truk listrik
Sumber :
  • Electrek

Beijing, VIVA – Truk listrik dan hybrid kini mulai menjadi pemandangan yang semakin umum di jalan raya, terutama di negara-negara dengan sektor logistik besar. Kendaraan angkutan berat yang dulu identik dengan mesin diesel perlahan bergeser ke teknologi elektrifikasi.

img_title Tak Hanya Baterai Mobil Listrik, Truk Tambang Listrik Ikut Dikembangkan di RI

Perubahan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil dari kombinasi kebutuhan efisiensi dan tekanan regulasi. Armada logistik mulai mencari solusi jangka panjang untuk menekan biaya operasional sekaligus memenuhi tuntutan emisi yang semakin ketat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disadur VIVA Otomotif dari Electrek, Minggu 25 Januari 2026, China menjadi contoh paling mencolok dari pergeseran tersebut. Sepanjang 2025, lebih dari 231 ribu truk kerja berteknologi listrik dan hybrid tercatat keluar dari jalur produksi dan langsung masuk ke pasar.

img_title Bukan Mobil, Truk Listrik Kini Dibidik untuk Angkut Sawit

Angka itu melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan truk kategori New Energy Vehicle di China naik sekitar 182 persen dibanding 2024, menunjukkan adopsi yang jauh lebih agresif.

Menariknya, lonjakan tidak hanya terjadi secara tahunan. Pada Desember 2025 saja, sekitar 45 ribu truk berat listrik dan hybrid baru terdaftar, menguasai lebih dari separuh pasar truk berat bulanan.

img_title Farizon Resmi Mulai Perakitan Lokal, Truk Listrik V8E Jadi Pembuka

Kondisi ini menandakan bahwa elektrifikasi truk sudah melampaui tahap uji coba. Truk listrik kini mulai digunakan secara aktif dalam operasional logistik harian, termasuk untuk rute jarak menengah dan panjang.

Kebijakan pemerintah memang berperan sebagai pemicu awal. Penghapusan bertahap subsidi tukar tambah kendaraan niaga serta antisipasi pajak baru mendorong perusahaan mempercepat pembaruan armada.

Namun faktor ekonomi menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut. Total biaya kepemilikan truk listrik dinilai jauh lebih rendah dibanding truk diesel dalam jangka panjang.

Produsen baterai dan kendaraan niaga menyebut truk listrik bisa menghemat biaya operasional hingga jutaan yuan selama masa pakai. Penghematan berasal dari energi, perawatan, dan umur komponen yang lebih panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekhawatiran soal waktu henti juga mulai teratasi. Infrastruktur pengisian daya cepat dan sistem penukaran baterai khusus truk berat terus berkembang untuk mendukung operasional nonstop.

Pasar truk listrik juga menunjukkan tanda-tanda kedewasaan. Laporan International Council on Clean Transportation mencatat lima pabrikan terbesar telah menguasai lebih dari 60 persen segmen truk berat tanpa emisi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut