Waspada! Biaya Perbaikan Mobil Bisa Membengkak Gara-Gara Hujan

Ilustrasi mobil menerjang genangan air (aquaplaning)
Sumber :
  • Torque

Jakarta, VIVA - Musim hujan selalu membawa tantangan tersendiri bagi pengendara, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta. Genangan air, hujan deras, hingga kemacetan panjang bukan hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan kendaraan.

img_title Daftar Simulasi Kredit Mobil Listrik dan Hybrid China

Mulai dari mobil mogok setelah menerobos banjir, ban bocor akibat lubang yang tak terlihat, hingga gangguan kelistrikan karena aki melemah, semua bisa terjadi tanpa diduga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agar risiko tersebut bisa diminimalkan, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan pemilik mobil.

img_title 5 Mobil Baru dengan Cicilan Paling Murah, Ada yang Mulai Rp2,8 Jutaan

Pertama, hindari menerobos genangan air yang kedalamannya tidak diketahui. Air yang masuk ke ruang mesin berpotensi merusak sistem pengapian, sensor, hingga modul elektronik. Jika mobil tiba-tiba mati setelah melintasi genangan, jangan dipaksakan untuk distarter berulang kali.

Tindakan itu justru dapat memperparah kerusakan, terutama jika terjadi water hammer. Langkah paling aman adalah memanggil layanan derek untuk mengevakuasi kendaraan ke tempat yang lebih aman atau bengkel terdekat.

img_title Sama-sama Pakai Mesin dan Motor Listrik, Hybrid Jepang dan China Punya Filosofi Berbeda

Kedua, periksa kondisi ban secara berkala. Saat hujan, lubang jalan kerap tertutup air dan sulit terlihat. Hantaman keras dapat menyebabkan ban bocor atau bahkan merusak pelek. Pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan dan kondisi tapak ban masih tebal agar daya cengkeram tetap optimal di jalan basah.

Ketiga, perhatikan kondisi aki. Penggunaan wiper, lampu utama, lampu kabut, hingga AC secara terus-menerus saat hujan membuat beban kelistrikan meningkat. Jika aki sudah melemah, risiko mobil sulit distarter akan semakin besar. Pemeriksaan tegangan aki secara rutin dapat mencegah kejadian mogok mendadak di tengah kemacetan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keempat, pastikan bahan bakar dalam kondisi cukup, terutama saat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat. Kemacetan akibat banjir sering kali membuat konsumsi BBM meningkat karena kendaraan lebih lama menyala dalam kondisi diam.

Untuk mengantisipasi kondisi darurat, sejumlah penyedia layanan menghadirkan bantuan 24 jam. Salah satunya adalah Garasi.id yang menyediakan layanan Asisten Darurat. Program ini berlaku hingga 12 bulan dan mencakup berbagai bantuan langsung di lokasi untuk seluruh mobil penumpang non-komersial, mulai dari derek kendaraan, jumper aki, penggantian ban, pengantaran bahan bakar, hingga bantuan ketika kunci tertinggal di dalam mobil.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut