Deretan Merek Mobil yang Gagal Bertahan di Indonesia

Logo Chevrolet
Sumber :
  • business.rediff.com

Jakarta, VIVA – Industri otomotif Indonesia punya perjalanan panjang dengan banyak merek mobil yang pernah meramaikan pasar, tetapi akhirnya hilang seiring perubahan strategi bisnis dan kondisi penjualan. Fenomena merek mobil yang pernah ada di Indonesia lalu hilang ini jadi bukti bahwa bertahan di pasar otomotif nasional bukan hal mudah.

img_title Indonesia Dilirik untuk Produksi Mobil Double Cabin Tujuan Australia

Berdasarkan rangkuman VIVA Otomotif Kamis 19 Februari 2026, salah satu yang paling diingat tentu Chevrolet, merek asal Amerika Serikat yang sempat aktif menjual berbagai model populer sebelum menghentikan penjualan mobil baru pada 2020. Walau layanan purna jual masih tersedia, sampai sekarang brand tersebut belum kembali menghadirkan produk baru di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain Chevrolet, ada juga Chrysler yang pernah hadir melalui distributor terbatas pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Model seperti Neon dan PT Cruiser sempat beredar di jalanan, namun jaringan dealer yang minim membuat eksistensinya perlahan menghilang.

img_title Duel SUV Hybrid Rp400 Jutaan: Mitsubishi Xforce HEV vs Toyota Yaris Cross Hybrid

Opel juga termasuk merek Eropa yang cukup dikenal konsumen Indonesia, terutama pada era 1990-an saat model Blazer versi Opel dan Vectra dipasarkan. Setelah terjadi restrukturisasi global perusahaan induknya, aktivitas penjualan Opel di Indonesia pun berhenti dan kini hanya tersisa unit bekasnya saja.

Sejumlah merek Inggris turut menjadi bagian sejarah otomotif Tanah Air pada era 1950 sampai 1970-an, seperti Austin, Morris, Rover, dan Triumph. Mobil-mobil tersebut masuk melalui impor dan sempat digunakan masyarakat, tetapi akhirnya menghilang seiring perubahan industri otomotif Inggris serta pergeseran selera pasar.

img_title Tak Sama dengan Mobil Listrik, Begini Rencana Insentif Mobil Hybrid

Cerita menarik juga datang dari Jepang melalui merek Prince yang pernah menghadirkan sedan pada 1960-an di Indonesia. Namun setelah bergabung dengan Nissan, nama Prince tidak lagi digunakan sehingga keberadaannya sebagai brand mobil pun berakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal serupa terjadi pada Hino yang dulu sempat memasarkan mobil penumpang Contessa di Indonesia pada dekade yang sama. Seiring waktu, Hino memilih fokus pada kendaraan komersial seperti truk dan bus sehingga lini mobil penumpangnya tidak lagi berlanjut.

Ada pula merek dengan kehadiran terbatas seperti Autobianchi dari Italia serta NSU dari Jerman yang unitnya pernah masuk Indonesia melalui importir umum. Walau populasinya tidak banyak, keberadaan kedua brand tersebut tetap menjadi bagian dari perjalanan otomotif nasional yang menarik untuk diingat.

GIIAS Makassar 2026

GIIAS Makassar 2026 Perluas Jangkauan Industri Otomotif ke Indonesia Timur

GIIAS Makassar 2026 resmi dibuka pada 28 Oktober dengan menghadirkan 14 merek mobil, empat merek motor, serta 24 merek industri pendukung dari berbagai sektor otomotif.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut