Mitsubishi Xforce Punya “Insting” Hindari Tabrakan, Begini Cara Kerjanya

Mitsubishi Xforce di IIMS 2026
Sumber :
  • VIVA/Yunisa Herawati

Jakarta, VIVA - Keselamatan berkendara kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sudah menjadi kebutuhan utama, terutama di tengah lalu lintas perkotaan yang padat dan dinamis. Kondisi jalan yang kerap tidak terduga menuntut produsen otomotif menghadirkan teknologi yang mampu membantu pengemudi mengurangi risiko kecelakaan. Salah satunya seperti yang dihadirkan pada Mitsubishi Xforce melalui fitur keselamatan aktif modern.

img_title Honda Keluarin Jurus Baru, 15 Mobil Hybrid Siap Bikin Pabrikan Lain Susah Tidur

Model yang pertama kali diperkenalkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2023 ini memang dikembangkan khusus untuk pasar ASEAN. Mengusung konsep “Best-suited buddy for an exciting life”, Xforce hadir sebagai compact SUV lima penumpang dengan karakter stylish, robust, sekaligus fungsional untuk penggunaan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seiring pengembangannya, Mitsubishi menghadirkan varian tertinggi yakni Xforce Ultimate with Diamond Sense (Ultimate DS), yang diperkenalkan pada Gaikindo Jakarta Auto Week 2024. Varian ini membawa peningkatan signifikan dari sisi keselamatan berkat teknologi Diamond Sense, yakni rangkaian fitur bantuan pengemudi yang lebih lengkap.

img_title Teknologi Lampu Kini Mengarah pada Gaya dan Kegunaan Modifikasi Mobil

Komunitas Mitsubishi Xforce

Photo :
  • XFOC

Salah satu fitur unggulan dalam paket tersebut adalah Forward Collision Mitigation (FCM), yang berfungsi sebagai sistem pencegah tabrakan dari arah depan. Teknologi ini menjadi bagian penting dalam sistem Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang kini semakin banyak digunakan pada mobil modern.

img_title Pemilik Mobil Kini Punya Alternatif untuk Ganti Tampilan Warna Bodi

Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar menjelaskan bahwa FCM bekerja dengan prinsip serupa sistem ADAS lainnya.

“Sistem kerjanya itu nggak beda sama ADAS manapun. Dia punya sensor di spion depan, bagian atas yang selalu membuat radar ke depan. Sensor itu terhubung dengan sistem pengereman,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa 17 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara teknis, FCM memanfaatkan kombinasi kamera dan radar yang terpasang di bagian depan kendaraan. Sistem ini akan terus memantau kondisi jalan dan mendeteksi objek di depan, seperti mobil atau sepeda motor. Ketika jarak dinilai terlalu dekat dan berpotensi menimbulkan tabrakan, sistem akan memberikan peringatan visual dan suara kepada pengemudi.

Jika pengemudi tidak merespons, maka sistem secara otomatis akan mengaktifkan pengereman. Dalam kondisi tertentu, fitur ini bahkan mampu menghentikan kendaraan sepenuhnya atau setidaknya mengurangi dampak benturan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut