Mobil Listrik Tidak Selalu Hemat Biaya

Ilustrasi mengecas mobil listrik di SPKLU
Sumber :
  • Terra Charge

Jakarta, VIVA – Mobil listrik sering dianggap sebagai solusi hemat biaya dalam jangka panjang, terutama karena tidak membutuhkan bahan bakar dan perawatannya lebih sederhana. Namun di balik itu, ada komponen yang justru bisa membuat pengeluaran membengkak tanpa disadari, yakni ban.

img_title Ojol Korban Tabrakan Mobil Listrik di Kawasan Blok M Alami Patah Tulang, Grab Beri Pendampingan

Banyak pemilik mobil listrik yang terkejut saat mengetahui bahwa ban kendaraan mereka lebih cepat gundul dibandingkan mobil konvensional. Fenomena ini bukanlah mitos belaka, melainkan konsekuensi logis dari perbedaan teknologi penggerak yang digunakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan informasi yang didapatkan VIVA Otomotif dari beberapa agen pemegang merek, Senin 23 Maret 2026, ban pada mobil listrik rata-rata mengalami keausan 20 hingga 30 persen lebih cepat daripada mobil bermesin bensin. Ada beberapa faktor fundamental yang menyebabkan si karet bundar ini bekerja ekstra keras setiap harinya.

img_title Mobil Listrik Tabrak Ojol di Kawasan Blok M, Korban Alami Patah Tulang

Penyebab utama yang paling signifikan adalah bobot kendaraan yang jauh lebih berat akibat keberadaan paket baterai litium-ion. Baterai pada mobil listrik bisa menyumbang bobot tambahan antara 300 hingga 500 kilogram dibandingkan mobil biasa.

Beban statis yang besar ini terus-menerus menekan struktur ban, terutama saat kendaraan sedang bermanuver di tikungan atau melakukan pengereman. Akibatnya, gesekan antara permukaan ban dengan aspal menjadi lebih intens dan mempercepat proses pengikisan karet.

img_title Green SM Buka-bukaan soal Pendapatan Driver, Sehari Bisa Rp 400 Ribu

Selain masalah bobot, karakteristik torsi instan pada motor listrik juga menjadi musuh utama bagi ketahanan ban kendaraan. Berbeda dengan mesin bensin yang tenaganya keluar secara bertahap, motor listrik memberikan torsi maksimal sejak putaran pertama.

Hentakan tenaga yang sangat responsif ini seringkali membuat ban mengalami sedikit selip yang tidak kasat mata saat mulai melaju. Gesekan mikro yang terjadi berulang kali inilah yang secara perlahan menggerus lapisan tread atau tapak ban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Faktor ketiga yang jarang disadari oleh pengguna adalah sistem pengereman regeneratif atau regenerative braking yang sangat kuat. Sistem ini menggunakan motor listrik untuk memperlambat laju kendaraan sekaligus mengisi ulang daya baterai secara otomatis.

Proses deselerasi yang terjadi melalui motor listrik ini memberikan beban gaya gesek tambahan pada ban secara terus-menerus. Jika pada mobil biasa pengereman dibantu oleh kampas rem, pada EV beban tersebut lebih banyak ditanggung oleh ban.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut