Tesla Masuk Daftar Target Serangan Iran

Tesla Cybertruck milik tentara Chechnya
Sumber :
  • Autoevolution

Teheran, VIVA – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat dan mulai merembet ke sektor teknologi global. Kali ini, sejumlah perusahaan besar asal Amerika Serikat disebut menjadi target ancaman militer dari Iran.

img_title Trump Bilang Menkeu AS Memintanya Tunda Serang Iran: Saya Mengatakan Tidak

Dalam pernyataan terbaru, disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Minggu 5 April 2026, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyinggung keterlibatan perusahaan teknologi dalam konflik yang sedang berlangsung. Mereka menilai sejumlah perusahaan ikut berperan dalam mendukung operasi militer melalui teknologi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tesla menjadi salah satu nama yang ikut disebut dalam daftar tersebut. Produsen mobil listrik itu dianggap memiliki keterkaitan dengan pengembangan teknologi yang dinilai strategis dalam konflik modern.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.590 usai Rilis Cadangan Devisa Agustus 2026 dan Ancaman Iran soal Infrastruktur Minyak di Teluk

Tidak hanya Tesla, beberapa perusahaan teknologi lain juga masuk dalam daftar target. Nama-nama seperti perusahaan di bidang semikonduktor, komputasi, hingga komunikasi turut disebut sebagai entitas yang berisiko terdampak.

Diler Tesla di China

Photo :
  • Carnewschina

img_title Militer AS Klaim Hancurkan 5 Kapal Tanker Minyak Iran

IRGC menyatakan bahwa perusahaan yang dianggap terlibat dalam dukungan teknologi akan menghadapi konsekuensi langsung. Pernyataan ini menjadi sinyal eskalasi baru yang tidak hanya menyasar sektor militer, tetapi juga industri sipil.

Ancaman tersebut juga disertai dengan imbauan kepada pekerja di fasilitas perusahaan Amerika di kawasan Timur Tengah. Mereka diminta untuk meninggalkan lokasi kerja sebagai langkah antisipasi terhadap potensi serangan.

Tesla sendiri diketahui memiliki jejak operasional di beberapa negara di kawasan tersebut. Kehadiran infrastruktur seperti jaringan pengisian daya dan fasilitas pendukung membuatnya masuk dalam radar perhatian.

Kondisi ini menempatkan industri otomotif listrik dalam posisi yang tidak biasa. Perusahaan yang sebelumnya fokus pada inovasi dan transisi energi kini harus berhadapan dengan dinamika geopolitik.

Pabrik Tesla Gigafactory di Berlin, Jerman.

Photo :
  • Insideevs

Risiko yang muncul tidak hanya terkait keamanan aset perusahaan. Ancaman terhadap fasilitas juga berpotensi berdampak pada keselamatan pekerja dan masyarakat di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, situasi ini dapat memengaruhi rantai pasok global yang selama ini bergantung pada stabilitas kawasan. Gangguan kecil sekalipun berpotensi menimbulkan efek berantai pada distribusi teknologi dan kendaraan listrik.

Di tengah tekanan tersebut, pasar otomotif global juga menghadapi tantangan lain seperti perlambatan permintaan. Kombinasi faktor ekonomi dan geopolitik membuat situasi menjadi semakin kompleks.

Ilustrasi perang

Iran Sebut Dunia di Ambang Perang Dunia III, Konflik Timur Tengah Makin Panas

Anggota parlemen Iran, menilai perang antara Iran dan Amerika Serikat serta konflik yang meluas di Timur Tengah telah membawa kawasan tersebut mendekati Perang Dunia III

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut