Harga Mobil Listrik Makin Murah

Charger mobil listrik
Sumber :
  • goauto

New York, VIVA – Harga mobil listrik atau electric vehicle (EV) di Amerika Serikat mulai menunjukkan tren penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini membuat selisih harga dengan mobil bermesin bensin semakin mengecil dibanding tahun-tahun sebelumnya.

img_title China Pangkas Insentif Mobil Listrik

Data terbaru yang dilihat VIVA Otomotif di Electrek, Minggu 12 April 2026 menunjukkan harga rata-rata transaksi mobil listrik mengalami penurunan secara tahunan maupun bulanan. Tren ini menandai adanya perubahan di pasar otomotif, di mana EV mulai bergerak ke arah yang lebih terjangkau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penurunan harga tersebut tidak lepas dari strategi produsen yang mulai agresif memberikan insentif kepada konsumen. Diskon dan berbagai program penjualan menjadi faktor utama yang mendorong harga EV turun secara bertahap.

img_title Sudah Enak Jualan Mobil di RI, Merek China Bakal Diminta Bangun Pabrik Sendiri

Secara rata-rata, insentif untuk mobil listrik kini mencapai lebih dari 14 persen dari harga kendaraan. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding rata-rata industri otomotif secara keseluruhan.

Dampaknya, selisih harga antara mobil listrik dan mobil berbahan bakar bensin kini semakin kecil. Jika sebelumnya gap harga cukup lebar, kini perbedaannya tinggal sekitar 5.800 dolar AS atau setara puluhan juta rupiah.

img_title Chery Mendadak Royal, Siap Gelontorin Rp22 Triliun dan 1.200 Insinyur Buat Bikin Baterai Mobil Listrik

Salah satu faktor yang turut memengaruhi tren ini adalah langkah agresif produsen besar seperti Tesla. Perusahaan tersebut tercatat terus menekan harga jual kendaraan listriknya dalam beberapa waktu terakhir.

Harga rata-rata mobil Tesla juga mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya. Selain itu, perusahaan tersebut juga meningkatkan nilai insentif untuk menarik minat konsumen.

Meski harga semakin kompetitif, kondisi penjualan mobil listrik tidak sepenuhnya stabil. Secara tahunan, penjualan Tesla justru mengalami penurunan, meski secara bulanan mulai menunjukkan perbaikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tren ini menunjukkan bahwa harga bukan satu-satunya faktor yang menentukan keputusan konsumen dalam membeli mobil listrik. Faktor lain seperti infrastruktur, kebiasaan pengguna, hingga kepercayaan terhadap teknologi juga masih berperan besar.

Dengan penurunan harga yang terus terjadi, mobil listrik kini mulai mendekati level harga mobil konvensional. Kondisi ini membuka peluang lebih besar bagi EV untuk menjangkau pasar yang lebih luas dalam waktu ke depan.

Pabrik Vinfast di Subang, Jawa Barat

Mobil Listrik Makin Ramai, Pabrik Komponen Lokal Ikut Ketiban Rezeki

Mobil listrik makin banyak diproduksi di Indonesia. Kondisi ini membuka peluang bagi industri komponen lokal, logistik dan pemasok untuk ikut masuk dalam rantai pasok.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut