Mobil Listrik 1.000 Km Makin Dekat

Ilustrasi pabrik baterai mobil listrik.
Sumber :
  • Electrek

Jika target tersebut tercapai, maka salah satu kekhawatiran utama calon pengguna mobil listrik, yakni kecemasan kehabisan daya di tengah perjalanan atau range anxiety, dapat berkurang secara signifikan.

img_title Geely Siapkan EX5 Baru, Bawa Frunk dan Teknologi LiDAR

Namun demikian, sejumlah pelaku industri masih memandang teknologi ini dengan hati-hati. Produsen baterai terbesar dunia, CATL, sebelumnya menyebut bahwa baterai solid-state masih membutuhkan waktu lebih panjang untuk dapat diproduksi secara massal dan digunakan secara luas di kendaraan konsumen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut perusahaan tersebut, tantangan terkait biaya produksi, stabilitas material, hingga proses manufaktur masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Karena itu, adopsi massal baterai solid-state diperkirakan baru akan terjadi mendekati tahun 2030.

img_title Terpopuler: 10 Mobil Listrik Terlaris Agustus 2026, Merek China Kuasai Pasar, hingga Cara Derek EV

Sementara menunggu teknologi tersebut matang, pasar kendaraan listrik global masih didominasi baterai lithium iron phosphate (LFP) dan baterai berbasis nikel yang terus mengalami penyempurnaan.

Meski demikian, kemajuan yang dicapai para peneliti China menunjukkan bahwa pengembangan baterai masa depan bergerak semakin cepat. Jika berbagai kendala teknis berhasil diatasi, mobil listrik dengan jarak tempuh 1.000 kilometer bukan lagi sekadar konsep, melainkan berpotensi menjadi kenyataan dalam beberapa tahun mendatang.

img_title Daftar Harga Ban untuk Mobil Listrik, Mulai Rp700 Ribuan
Bocoran mobil baru Toyota

Toyota Bikin Mobil Listrik 7 Penumpang, Ukurannya Bukan Kaleng-Kaleng

Toyota dikabarkan menyiapkan mobil listrik 7 penumpang untuk India. Berbasis model Maruti Suzuki, mobil ini diperkirakan meluncur 2027 dengan baterai 61 kWh.

img_title
VIVA.co.id
21 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut