Jangan Keliru, Ini Bedanya Hybrid, PHEV dan EREV

Perbedaan jenis mobil hybrid
Sumber :
  • VIVA/Yunisa Herawati

Sementara itu, teknologi yang belakangan menjadi sorotan adalah EREV (Extended Range Electric Vehicle) atau range extender. Sistem ini banyak digunakan oleh produsen China seperti Li Auto, Leapmotor, Deepal, hingga Aito.

img_title Teknologi Baru Mobil Hybrid Siap Hadapi Banjir

Berbeda dengan PHEV, roda pada kendaraan EREV selalu digerakkan oleh motor listrik. Mesin bensin yang dibawa tidak terhubung langsung ke roda, melainkan hanya berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik ketika baterai mulai menipis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama, sensasi berkendara EREV lebih mirip mobil listrik murni dibanding hybrid konvensional. Di sisi lain, keberadaan mesin bensin membuat pengemudi tidak perlu terlalu khawatir soal jarak tempuh.

img_title 22 Tahun Eksis, Komunitas Vios Ini Mulai Lirik Era Hybrid

Menariknya, konsep tersebut sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Nissan sudah lebih dulu menghadirkan teknologi serupa melalui Kicks e-Power dan Serena e-Power.

Pada kedua model tersebut, roda juga digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik, sementara mesin bensin bertugas menghasilkan listrik untuk mengisi baterai. Karena itu, banyak pihak menyebut teknologi e-Power sebagai salah satu bentuk series hybrid yang memiliki prinsip kerja mirip dengan EREV.

img_title Penjualan Mobil Hybrid Kia Naik Hampir 100 Persen

Perbedaannya, Nissan e-Power menggunakan baterai yang relatif kecil dan tidak dapat diisi ulang melalui charger eksternal. Sementara EREV modern yang berkembang di China umumnya dibekali baterai lebih besar serta mendukung pengisian daya dari luar seperti mobil listrik murni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi EREV berkembang sangat pesat di China karena dianggap mampu menjadi solusi bagi konsumen yang belum sepenuhnya yakin beralih ke mobil listrik. Mereka tetap bisa menikmati pengalaman berkendara layaknya EV tanpa khawatir kehabisan daya saat melakukan perjalanan jauh.

Jika disederhanakan, mild hybrid adalah mobil bensin yang mendapat bantuan motor listrik. Hybrid memungkinkan mesin dan motor listrik bergantian menggerakkan kendaraan. PHEV menambahkan kemampuan pengisian daya dari luar, sedangkan EREV menjadikan motor listrik sebagai satu-satunya penggerak roda dengan mesin bensin hanya berfungsi sebagai pembangkit listrik.

Media test drive Toyota New Veloz Hybrid di Pusdik Lantas Polri

Toyota Ungkap Perubahan Selera Konsumen Soal Mobil Elektrifikasi

Toyota mencatat penjualan mobil elektrifikasi tembus 38 ribu unit hingga Agustus 2026. Kontribusinya ikut melonjak menjadi 21 persen dari total penjualan mereka.

img_title
VIVA.co.id
24 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut