Motor Listrik Indonesia Mulai Punya ‘Dapur’ Sendiri
- Biro Pers Sekretariat Presiden
Kemenperin pun menggunakan kebutuhan produsen sebagai dasar dalam mengembangkan kemampuan IKM. Artinya, industri kecil tidak sekadar diarahkan membuat komponen, tetapi disiapkan berdasarkan kebutuhan nyata dari produsen kendaraan listrik.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Reni Yanita mengatakan, pendekatan tersebut juga diterapkan melalui program business matching antara IKM dengan industri besar, OEM dan Tier-1.
“Orientasi akhirnya adalah terciptanya komitmen pembelian,” kata Reni.
Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup dilihat dari banyaknya IKM yang mengikuti kegiatan tersebut. Ukurannya adalah berapa banyak perusahaan yang akhirnya lolos sebagai pemasok dan memperoleh pesanan secara berkelanjutan.
Jika semakin banyak IKM mampu memenuhi standar tersebut, industri motor listrik Indonesia berpeluang memiliki basis pemasok lokal yang lebih kuat. Dengan demikian, pertumbuhan kendaraan listrik tidak hanya meningkatkan penjualan produk jadi, tetapi juga ikut menggerakkan produksi komponen di dalam negeri.