Mobil Listrik Bisa Lebih Jarang Mampir ke SPKLU

Panel surya di atap mobil listrik
Sumber :
  • Carscoops

California, VIVA – Mobil listrik selama ini mengandalkan listrik dari rumah atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mengisi baterai. Ke depan, sebagian energi tambahan untuk kendaraan bisa saja datang dari sumber yang selama ini langsung menyinari bodi mobil, yakni matahari.

img_title Daftar Simulasi Kredit Mobil Listrik dan Hybrid China

Teknologi atap kaca dengan panel surya kini mulai disiapkan untuk masuk ke produksi massal. Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Senin 24 Agustus 2026, salah satu yang mengembangkannya adalah Fuyao Group, produsen kaca otomotif asal China yang telah melaminasi sel surya langsung ke dalam panel kaca kendaraan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Konsepnya bukan sekadar memasang panel surya kecil di atas atap. Sel surya dapat menutupi area atap kaca, bahkan pada desain tertentu meluas hingga bagian kaca belakang untuk menangkap lebih banyak energi matahari.

img_title Buntut Polemik Ioniq 5, Hyundai Evaluasi Standar Pelayanan

Energi yang dikumpulkan memang tidak akan membuat mobil listrik sepenuhnya lepas dari kebutuhan mengisi daya. Namun, listrik tambahan tersebut berpotensi membantu menambah jarak tempuh dan membuat pemilik kendaraan lebih jarang mengandalkan stasiun pengisian.

Gambaran manfaat teknologi serupa pernah ditunjukkan Nissan melalui pengembangan Ariya yang dipasangi panel surya pada atap, pintu bagasi, dan kap mesin. Dalam kondisi langit cerah, sistem tersebut diklaim mampu menghasilkan energi yang cukup untuk menambah jarak tempuh hingga 23 kilometer dalam sehari.

img_title Hyundai Ioniq V Debut dengan Harga Rp317 Jutaan

Hasilnya tentu tidak sama di setiap negara karena sangat bergantung pada intensitas sinar matahari. Nissan memperkirakan tambahan jarak tempuh harian bisa sekitar 10,2 kilometer di London, 18,9 kilometer di New Delhi, 21,2 kilometer di Dubai, dan 17,6 kilometer di Barcelona.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tambahan jarak tersebut memang terlihat kecil jika dibandingkan dengan kapasitas baterai mobil listrik saat ini. Namun, manfaatnya bisa lebih terasa bagi pengguna yang memiliki jarak tempuh harian pendek dan sering memarkir kendaraan di area terbuka.

Nissan memperkirakan pengemudi yang menempuh sekitar 6.000 kilometer dalam setahun berpotensi mengurangi frekuensi kunjungan untuk mengisi daya dari 23 kali menjadi delapan kali setahun. Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa energi matahari lebih cocok menjadi sumber tambahan, bukan pengganti sistem pengisian utama.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut