3 Kebiasaan Sepele yang Bikin Motor Sering Kecelakaan

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas
Sumber :
  • ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Jakarta, VIVA - Kecelakaan sepeda motor tidak selalu terjadi karena pengendara melaju dalam kecepatan tinggi atau melakukan pelanggaran berat. Ada sejumlah kebiasaan yang terlihat sepele, tetapi bisa meningkatkan risiko kecelakaan ketika berada di jalan raya.

img_title TVS Ronin Agonda Mengaspal, Intip Perbedaan dengan Versi Lain

Disadur VIVA Otomotif dari NTMC Polri, Senin 14 September 2026, salah satunya adalah kebiasaan berkendara terlalu dekat dengan kendaraan besar seperti truk atau bus. Saat kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak, pengendara motor memiliki waktu dan ruang yang lebih sedikit untuk berhenti dengan aman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korps Lalu Lintas Polri mengingatkan pentingnya menjaga jarak aman ketika berada di belakang kendaraan lain. Jarak yang cukup memberikan waktu bagi pengendara untuk bereaksi jika kendaraan di depan mengerem atau terjadi situasi darurat.

img_title Bensin Motor Mendadak Boros? Komponen Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Kebiasaan kedua adalah berada terlalu dekat dengan kendaraan besar ketika menyalip. Truk dan bus memiliki area titik buta atau blind spot yang membuat pengemudinya tidak selalu dapat melihat keberadaan sepeda motor di sekitarnya.

Pengendara motor perlu memahami bahwa berada di sisi kendaraan besar, terutama pada area tertentu, bisa membuat keberadaannya tidak terlihat oleh sopir. Korlantas Polri mengingatkan, jika pengendara tidak bisa melihat kaca spion kendaraan tersebut, ada kemungkinan pengemudi juga tidak dapat melihat motor yang berada di dekatnya.

img_title Kereta Cepat Spanyol Ditangguhkan hingga Desember Pasca Kecelakaan Maut Tewaskan Puluhan Orang

Kesalahan berikutnya adalah berpindah jalur secara tiba-tiba tanpa memastikan kondisi di sekitar. Kebiasaan tersebut sering dilakukan ketika pengendara ingin menyalip atau mencari celah di antara kendaraan.

Sebelum berpindah jalur, pengendara sebaiknya mengecek kaca spion dan memastikan jalur yang dituju benar-benar aman. Lampu sein juga perlu digunakan sebagai tanda kepada pengendara lain agar mereka mengetahui rencana untuk berpindah jalur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketiga kebiasaan tersebut sebenarnya mudah dihindari, tetapi membutuhkan kedisiplinan setiap kali berkendara. Menjaga jarak, memahami titik buta kendaraan besar, serta menggunakan sein dan mengecek spion dapat memberikan waktu lebih banyak untuk bereaksi terhadap situasi di jalan.

Risiko kecelakaan juga tidak hanya bergantung pada kemampuan pengendara mengendalikan motor. Kesadaran terhadap posisi kendaraan lain di sekitar menjadi bagian penting agar perjalanan tetap aman, terutama ketika berhadapan dengan kendaraan berukuran besar.

Booth Honda di IMOS 2025

15 Merek Motor Turun Gunung di IMOS 2026

IMOS 2026 menghadirkan 15 merek motor dari Honda, Yamaha hingga Harley-Davidson. Digelar 20-29 November di ICE BSD, pameran ini menjadi ajang unjuk teknologi dan persaing

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut