Sebelum Full Push, Alex Marquez Punya Ritual yang Tak Boleh Berubah
- MB Media
Jakarta, VIVA– Setiap pembalap MotoGP punya cara masing-masing untuk mempersiapkan diri sebelum balapan. Bagi Alex Marquez, rasa gugup bukan sesuatu yang harus dihilangkan. Justru, perasaan tersebut dianggap bisa membantu pembalap lebih memperhatikan detail sebelum turun ke lintasan.
Pembalap BK8 Gresini Racing itu mengaku memiliki ritual khusus yang dilakukan sebelum balapan. Rutinitas tersebut dijalankan dengan urutan yang hampir selalu sama agar dirinya bisa masuk ke dalam kondisi fokus.
“Jadi, saya punya semacam ritual bagaimana agar segala sesuatunya selalu di saat yang sama, dalam urutan yang sama. Saya masuk ke dalam mode fokus,” ujar Alex seperti dikutip VIVA, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, rasa gugup tetap akan muncul meski seorang pembalap sudah terbiasa menghadapi balapan MotoGP. Alex bahkan menganggap sensasi seperti “kupu-kupu di perut” sebagai sesuatu yang positif.
“Rasa gugup dan kupu-kupu di perut selalu ada. Dan itu adalah sesuatu yang bagus untuk dirasakan, karena dengan begitu kalian akan lebih memperhatikan hal-hal kecil, detail-detail kecil,” katanya.
Karena itu, Alex tidak mencoba melawan atau menghilangkan rasa gugup tersebut. Ia memilih menerimanya sembari tetap menjalankan rutinitas yang sudah dipersiapkan.
Menurut Alex, terlalu banyak memikirkan rasa gugup justru bisa mengganggu konsentrasi pembalap. Hal terpenting adalah menjaga pikiran tetap fokus dan menjalankan persiapan seperti biasa.
“Jalani saja ritualnya, cobalah untuk tetap fokus, cobalah berpikir dengan cara kalian sendiri,” tuturnya.
Setelah berada di atas motor, Alex mengatakan tidak ada lagi waktu untuk terlalu banyak berpikir. Pembalap harus segera menjalankan tugasnya dan memberikan kemampuan maksimal.
“Ketika kalian berada di atas motor, semoga beruntung dan lakukan apa yang kalian inginkan. Dan langsung full push,” ujar Alex.
Hal senada disampaikan rekan setimnya, Fermín Aldeguer. Pembalap muda Spanyol tersebut mengatakan tingkat kegugupan seorang rider bisa berbeda tergantung situasi yang dihadapi dalam sebuah balapan.
Menurut Aldeguer, tekanan akan terasa lebih besar ketika seorang pembalap sedang memperebutkan posisi penting atau harus memulai balapan dari barisan depan.