Baru Dibeli, Mobil MPV Dirusak Massa di Jembatan Suramadu
- Nur Faishal (Surabaya)
Sayang, aksi itu gagal. Ada salah seorang massa yang mengamati pelat mobilnya. Pelat didekati, lalu dilepas lakbannya. "Ini pelat N, pelat N," cerita Imam menirukan teriakan orang tersebut.
Massa pun tak terkendali. Mobil Imam jadi sasaran amuk. Ada yang naik ke kap lalu memukulkan pentungan ke kaca depan. Sementara, yang lain memukuli bodi mobil. Imam tak bisa berbuat banyak.
"Saya hanya terus berteriak, tretan dhibik, tretan dhibik. Saya Madura, bukan Malang," kenang Imam.
Tidak lama kemudian, polisi datang dan mengevakuasi Imam. Dia selamat, tapi semua kaca mobilnya hancur. Beberapa bagian badan mobil juga penyok.
"Ada yang tahu saya orang Madura, berusaha membantu menghalang-halangi aksi massa. Tapi, tidak mempan," jelas Imam.
Imam mengaku juga kehilangan dompet berisi STNK mobil yang dirusak, STNK motor dan uang Rp2 juta. Dia sudah melaporkan yang dialaminya itu ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
"Ya bagaimana lagi. Mungkin sudah nasib, mobil baru dibeli langsung rusak. Kalau memerbaiki, habis sekitar Rp8 juta," ungkapnya.