Tak Perlu Repot Ikut Sidang, Begini Cara Bayar e-Tilang

Ilustrasi polisi menilang pengendara motor.
Sumber :
  • VIVAnews/Fikri Halim

VIVA.co.id – Korps Lalu Lintas Polri segera menerapkan tilang elektronik atau e-tilang bagi pengendara yang melanggar lalu lintas. Aturan tersebut dibuat untuk mempermudah masyarakat serta mencegah terjadinya pungutan liar.

img_title PNBP 2022 dari Tilang Menurun, Kemenkeu Sebut Karena Implementasi E-Tilang 

Lantas, bagaimana cara transaksinya? Wakil Kepala Korlantas Polri, Brigadir Jenderal Indrajit mengungkapkan, pelanggar cukup membayar besaran denda tilang melalui anjungan tunai mandiri (ATM) di sejumlah bank yang ditunjuk, atau bisa juga melalui mesin Electronic Data Capture (EDC) yang disiapkan oleh petugas maupun SMS Banking.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi pelanggar atau yang kena tilang ini enggak perlu lagi memakai sistem lama datang ke pengadilan untuk disidang," kata Indra saat dihubungi VIVA.co.id di Jakarta, Selasa 13 Desember 2016. 

img_title Cara Cek dan Bayar Denda Tilang Elektronik ETLE

Setelah melakukan pembayaran melalui ATM, mesin EDC atau SMS Banking, lalu pelanggar harus menyerahkan bukti pembayaran kepada petugas untuk menebus objek yang ditilang seperti contohnya surat izin mengemudi (SIM) atau surat tanda nomor kendaraan (STNK).

"Praktis hal ini memudahkan masyarakat sekaligus cara kita (Polri) untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.

img_title Perhatikan, Ini Titik ETLE yang Aktif di DKI Jakarta dan Sekitarnya

Menurut dia, aturan tersebut ditempuh untuk menangkal praktik pungutan liar. Sebab diketahui birokrasi di Indonesia dinilai masih rumit, untuk membayar denda tilang di mana pelanggar atau pihak yang terkena tilang harus datang dahulu ke pengadilan untuk menjalani proses sidang.

Sehingga birokrasi yang rumit tersebut menimbulkan pungutan liar antara petugas dan pelanggar serta muncul praktik percaloan. "Sistem baru ini juga dibuat untuk mempertegas penegakan hukum. Kita juga ingin mengayomi dan mengedukasi masyarakat, supaya orang lebih tertib berlalu lintas," katanya. 

Konferensi pers Bareskrim

Hati-hati Penipuan SMS E-Tilang Catut Kejagung! Dikendalikan dari China, 3 Ribu Nomor Dihajar Perhari

Waspada bagi masyarakat yang pernah menerima SMS berisi tautan e-tilang. Boleh jadi, itu bagian dari jaringan penipuan internasional yang baru saja dibongkar Bareskrim.

img_title
VIVA.co.id
25 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut