Teriakan Importir Ban, Pemerintah Dianggap Mempersulit

Ilustrasi ban
Sumber :
  • BMWBlog

VIVA.co.id – Gabungan Importir dan Pedagang Ban Indonesia (Gimpabi) berharap pemerintah memberikan kelonggaran terhadap proses impor ban yang saat ini semakin dirasakan sulit. Pasalnya, pemerintah dianggap mengekang dengan kebijakannya.

img_title Pengguna SUV Sekarang Beda, Produsen Ban Sampai Bikin Kategori Baru

Rudy Josano selaku Bendahara Gimpabi, mengatakan, kebijakan pemerintah membatasi ban impor yang berlaku mulai 1 Januari 2017 itu membuat keperluan ban terutama untuk industri logistik, pertambangan, perkebunan, dan pelabuhan, sulit ditemui.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan No 77 tahun 2016, diatur bagaimana mekanisme yang seharusnya dilakukan para pengimpor. Gimpabi mengatakan bahwa mekanisme ini sangat birokratis. Implikasinya di lapangan, impor jadi lambat.

img_title Beda Marka Jalan Warna Kuning dan Putih, Banyak Pengendara Masih Keliru

"Mayoritas ban yang diimpor tidak diproduksi di Indonesia dan digunakan untuk kebutuhan sektor riil. Jika kondisi ini tidak berubah, dampaknya akan sangat berat bagi pelaku usaha," ujarnya di SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Mei 2017.

Untuk saat ini porsi ban impor hanya sekitar 10 persen dari total penjualan ban nasional.

img_title Polisi Gagalkan Peredaran 16 Kg Sabu, Modusnya Disembunyikan dalam Ban Mobil

"Makanya kita masukan data impor yang cukup untuk memenuhi para pelaku usaha tersebut, tapi jumlah data impor kami selalu dipotong dan prosesnya terlalu lama dari keluar izin sekitar tiga bulan," katanya.

Ilustrasi ban mobil

Harga Ban Mobil Terbaru September 2026, Mulai Rp600 Ribuan

an menjadi salah satu komponen penting pada mobil karena berhubungan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan berkendara. Ban perlu diganti ketika alurnya mulai menipis

img_title
VIVA.co.id
5 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut