Karakter Mobil Ternyata Bisa Dilihat dari Jenis Suspensinya

Suzuki Carry pikap dimodifikasi jadi mobil off-road.
Sumber :
  • Herdi Muhardi/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Begitu banyak model dan varian mobil membuat konsumen terkadang bingung menentukan pilihan. Contohnya saat mereka ingin memiliki mobil jenis sport utility vehicle atau SUV.

img_title Gara-gara Tunggakan, Saham Adhi Karya Kena Gembok Pihak BEI

Meski bentuknya sama-sama gagah, namun SUV sangat berbeda dengan mobil jenis pikap double cabin. Perbedaan tidak hanya ada pada bentuknya saja, namun juga spesifikasi suspensinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Technical Trainer PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Mohamad Arief Budiman mengatakan, setiap desain suspensi, baik per maupun peredam kejut atau shockbreaker, memiliki fungsi yang berbeda.

img_title BEI Depak 18 Emiten dari Pasar Modal RI, Mayoritas Imbas Suspensi Berkepanjangan

“Double cabin yang digunakan di perkebunan dan pertambangan rata-rata menggunakan per keong depan dan per daun belakang. Jadi, per depan independent dan per belakang rigid,” ujarnya di Jakarta.

Dua jenis per itu biasa dipakai, karena memiliki karakter yang sesuai untuk medan off-road. Selain itu, strukturnya juga lebih kuat.

img_title Saham Minuman Teguk Kena Suspensi BEI, Ada Apa?

“Yang bagus buat off-road, tergantung tujuannya buat apa. Kalau buat mobil barang, engga mungkin pakai per keong,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lanjutnya, per keong banyak dipakai pada mobil yang meluncur di atas aspal, karena bisa memberi kenyamanan yang lebih baik. Jika dipakai pada mobil barang atau yang biasa melintas di jalur tanah dan batu, dikhawatirkan akan cepat rusak, karena memang tidak didesain untuk keperluan itu.

“Ada juga mobil off-road menggunakan per keong, tapi untuk perawatannya tentu lebih mahal. Jadi, bagus atau tidaknya suspensi itu tidak bisa disamakan,” tuturnya.

Shockbreaker Showa Evo PD

Motor Sering Boncengan? Suspensi Baru Showa Ini Punya Teknologi Khusus

Pasar aftermarket motor Indonesia kedatangan suspensi baru dengan teknologi peredaman adaptif yang dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi berkendara.

img_title
VIVA.co.id
25 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut