Kenapa LCGC Tak Lagi Murah Meriah?

Test drive Honda Brio RS dan Brio Satya CVT.
Sumber :
  • Herdi Muhardi/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Beragam jenis mobil ditawarkan oleh pabrikan otomotif di Indonesia. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost green car. Kendaraan segmen ini menjadi spesies baru di pasar otomotif Tanah Air sejak 2013 lalu.

img_title Harga Mobil LCGC Oktober 2026, Mulai Rp140 Jutaan

Beberapa merek otomotif besar Jepang, seperti Toyota, Daihatsu, Nissan-Datsun, Suzuki, bahkan Honda, berkompetisi di kelas baru itu. Namun, spesifikasi mobil LCGC yang mereka buat harus mengikuti regulasi pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu regulasi yang ditetapkan adalah soal harga jual produk. Pemerintah mengatur agar pabrikan otomotif menjual mobil LCGC di rentang Rp95-Rp150 jutaan.

img_title 5 Mobil Paling Enteng di Indonesia, Ada yang Cuma 805 Kg

Namun saat ini, produk mobil yang dalam bahasa pemerintah diistilahkan sebagai Kendaraan Bermotor roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau itu hanya sedikit yang harganya di bawah Rp100 juta.

Melihat kondisi demikian, pengamat otomotif, Bebin Djuana, mengatakan, hal yang wajar jika harga mobil terus mengalami peningkatan, termasuk di segmen mobil LCGC.

img_title Hampir Separuh Pasar Indonesia Masih Berburu Mobil di Bawah Rp300 Juta

"Biaya produksi mobil saat ini enggak murah, salah satu pengaruhnya adalah nilai tukar mata uang. Mobil produksi dalam negeri sebagian besar komponennya masih impor. Yang diakui sebagai komponen lokal pun sebetulnya local purchase atau dibeli di dalam negeri. Barangnya tetap dari luar. ada supplier yang mengimpor," kata Bebin saat dihubungi VIVA.co.id.

Rangka mobil Toyota Calya

Rangka mobil Toyota Calya (Foto: VIVA.co.id/Jeffry Yanto)

Hanya saja, kata Bebin, jika harga mobil LCGC sudah berada di dekat Rp150 juta, sebaiknya tidak lagi disebut low cost. Artinya, harga mobil tidak lagi mudah dijangaku oleh konsumen yang ingin beralih dari sepeda motor ke mobil, seperti awal mula dibentuknya segmen ini oleh pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebaiknya memang sudah enggak usah bicara low cost, karena angkanya kan sudah mepet di Rp150 jutaan. Tidak banyak masyarakat yang menganggap Rp150 juta itu rendah atau terjangkau," kata dia.

Dikatakan Bebin, kenyataannya di lapangan, konsumen membeli mobil LCGC tidak dengan cara tunai. Masyarakat banyak menikmati fasilitas yang diberikan oleh lembaga pembiayaan (leasing).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut