Stigma Suku Cadang Motor Copotan Hasil Curian, Benarkah?

Bursa suku cadang bekas di Sasak Panjang
Sumber :
  • Arianti Widya

Bogor, VIVA – Suku cadang bekas motor ini masih menjadi pilihan banyak orang karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan membeli baru atau asli.

img_title Honda Beat, Scoopy hingga PCX160 Dapat Diskon, Mana Paling Besar?

Bagi sebagian pengguna motor, membeli suku cadang bekas bisa menjadi solusi yang lebih ekonomis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kendati demikian, pembelian suku cadang bekas ini kerap dihadapkan pada stigma negatif, yakni onderdil motor tersebut merupakan hasil curian.

img_title Cerita Konsumen Mau Beli Motor Tunai, Malah Ditawari Kredit

Stigma ini muncul karena banyak kasus di mana sepeda motor yang dicuri dibongkar dan dijual per bagian di pasar suku cadang bekas.

Jahul, sebagai seorang pedagang spare part (suku cadang) copotan di Sasak Panjang, Bogor ini tidak memungkiri bahwa stigma komponen motor copotan memang ada.

img_title Kredit Kendaraan Nol Persen Diperpanjang hingga 2027

Bursa suku cadang bekas di Sasak Panjang

Photo :
  • Arianti Widya

"Iya ada banyak yang berfikiran kayak gitu, tapi sebenarnya di Sasak Panjang sendiri nggak ada yang kayak gitu hasil curian atau apalah itu," ujarnya saat ditemui VIVA di Bogor.

Menurutnya, di wilayah Sasak Panjang sendiri sudah ada penertiban dari pemerintah setempat.

"Kita disini itu sudah ditertibkan oleh ketua lingkungan, ketua RT, ketua RW, jadi tidak boleh ada yang begitu-begitu (hasil curian). Misal ternyata disini (pedagang onderdil bekas) ada yang bermasalah, itu tidak akan ditolongin. Kalau masih mau nakal, tidak dicover," jelasnya. 

Jahul pun menuturkan bahwa memang ada saja oknum-oknum yang memang menjual suku cadang bekas melalui hasil yang tidak benar. Hal tersebut yang membuat stigma buruk pun mulai bermunculan.

"Itu kan sebenarnya mungkin dilakukan oleh satu atau dua orang (oknum), tapi penjual lain juga kena imbasnya," tutur Jahul. 

Ia mengatakan bahwa sparepart bekas motor yang dijual ini merupakan hasil dari orang yang menjual motornya yang sudah rusak atau barang-barang limbah dari diler resmi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita dapat barang-barang ini kan sebenarnya dari ada aja orang yang jual motornya yang sudah rusak, gamau dibenerin jadi dijual saja," katanya.

Ia menambahkan, "Terus juga kita dapat barang-barang ini kan dari limbah diler resmi motor Honda atau Yamaha gitu, yang sudah tidak terpakai atau ada kerusakan ya biasanya dikasih ke kita untuk dijual,"

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut