Ceritaku dari Himalaya: Melawan Superdingin di atas Motor

Perjalanan VIVA.co.id riding jelajah Himalaya.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dian Tami
VIVA.co.id
img_title Sensasi Touring Bersama "Ali Topan Anak Jalanan"
- Setelah menempuh perjalanan selama 8 jam menuju Tso Kar, Selasa 19 Juli, saya, Dian Tami Kosasih, wartawan sekaligus rider

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

VIVA.co.id,
img_title 11 Wanita Jelajahi Himalaya dengan Skuter Matik
harus bermalam di satu tenda dengan dua tempat tidur kecil bersama dengan teman asal Kolombia, Angie. Meski hanya makan mie instan dan roti India, saya, Angie, dan Nok yang tiba terlebih dulu mencoba saling bertukar pembicaraan mengenai ciri khas negara kami masing-masing.

img_title Aku dan Himalaya
Usai mengganjal perut, saya memutuskan beristirahat ditemani dengan angin kecang dan dinginnya udara pegunungan. Berbeda dengan Indonesia, matahari di Tso Kar ternyata lebih lama menyinari alam semesta. Saat saya terbangun pukul 18.30, tampak matahari masih menyinari para rider yang motornya mengalami masalah dan sedang diperbaiki.

Karena tidak ada bensin di sekitar, kami harus membawa 4 drum BBM untuk mengisi seluruh motor para rider agar bisa melanjutkan perjalanan esok hari. Tepat pukul 20.00 saya makan bersama dengan rider lainnya di sebuah tenda besar yang berisikan para turis. Suhu udara yang mencapai 4 derajat celsius, membuat seluruh rider harus menggunakan berlapis-lapis jaket, termasuk saya.

Langit yang cerah berhiaskan bintang-bintang ternyata tidak menarik minat kami untuk menghabiskan waktu di luar tenda. Hanya sesekali salah satu dari rider keluar menuju kamar mandi. Memasuki fajar, suhu udara mencapai 1 derajat, hal itu membuat saya tidak bisa tidur meski telah menggunakan 3 lapis jaket tebal.

Meski badan kurang bersahabat, hari itu saya harus tetap melanjutkan perjalanan menuju Jispa. Untuk mencapai tempat tersebut, kami harus menempuh jarak hingga 203 kilometer. Setelah seluruh rider siap mengemas perlengkapan dan mempersiapkan motor, kami mengadakan briefing sekitar 15 menit.

Tepat pukul 09.00 kami memacu kendaraan melewati padang pasir yang cukup dalam. Baru 10 menit kami memacu kendaraan, seorang rider terjatuh di antara gundukan pasir. Tidak hanya itu, terdapat dua rider yang terjebak di antara gundukan pasir dan harus dibantu untuk dapat melanjutkan perjalanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Medan yang berat dan jarak yang panjang membuat seluruh rider harus selalu konsentrasi saat memacu kendaraannya. Setelah 2 jam menempuh perjalanan, kami beristirahat selama 15 menit di sebuah warung kecil dan menghabiskan black tea. Melanjutkan kembali perjalanan, saya beserta lima rider lainnya berada dalam posisi berdekatan.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut