Menjajal Fitur 'Liar' pada CBR250RR
- VIVA.co.id/Rendra Saputa
Mode selanjutnya yakni Sports. Mode ini nampak seirama antara gas dan respons mesin. Sepanjang perjalanan, kami lebih sering menggunakan mode ini karena lebih bersahabat dengan situasi. Sementara mode tertinggi yakni Sports+, di mana motor nampak sangat responsif. Saat mencobanya, motor nampak liar, tiap puntiran gas terasa berbeda dengan mode-mode sebelumnya.
Tenaga CBR250RR cukup seksi dengan fitur ini. Namun, lantaran bukan dalam ajang uji coba sirkuit, kami hanya dapat angka kecepatan tertinggi 131 kilometer per jam. Sebenarnya, tenaga masih sangat banyak untuk diperas, namun lantaran masuk dalam aturan touring, semua tentu harus diindahkan, termasuk soal keselamatan baik bagi diri sendiri hingga orang lain.
![]()
Jika digambarkan, CBR250RR memang sangat responsif di kelasnya. Diferensiasi lainnya yang ditawarkan adalah bobotnya yang ringan, hanya 168 kilogram untuk versi ABS yang dicoba. Alhasil, power weight ratio (PWR) motor itu hadir maksimal. Nilai plus lainnya, suspensi up side down yang sudah dibekali pada CBR250RR. Saat melintas dengan kontur jalan banyak bumpy --bergelombang-- sekalipun guncangan tak terasa.
Trek menyenangkan
Sementara itu Operating Officer, Representative of Motorcycle Development, Purchase and Production for Motorcycle Operations Honda Motor Co. Ltd Tetsuo Suzuki, yang juga ikut dalam touring tersebut mengakui trek uji coba jalanan CBR250RR sangat memuaskan. Dia mengaku sangat menikmati touring ini.
![]()
"Saya yakin kalian semua menikmati. Saya juga menikmati. Saya sudah touring di berbagai negara, dan ini adalah salah satu touring kota yang paling baik. Entah itu karena jalur touring-nya atau CBR-nya yang the best," kata Tetsuo berseloroh.
Dia berharap, ke depan Honda dapat membuat motor itu hadir lebih baik lagi. Tujuannya, tentu memuaskan konsumen setianya.
Â