Kenali Bahaya Motor Gonta-ganti Merek Oli

Ilustrasi Ganti Oli Motor.
Sumber :
  • Istimewa.

VIVA – Hingga saat ini, masih banyak pemilik motor yang belum memahami bahaya gonta-ganti merek oli atau pelumas. Bahkan, tak sedikit yang melakukannya atas dasar penasaran alias coba-coba. Padahal, jika kebiasaan tersebut tak dihilangkan, bukan tak mungkin kendaraan bisa mengalami kerusakan.

img_title Pelumas Mobil F1 Tak Cuma Soal Licin

Masing-masing merek pelumas memiliki komposisi atau kandungan zat yang tak sama. Sehingga, terlalu berisiko jika satu kendaraan yang sama menggunakan produk pelumas yang berbeda-beda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Technical Trainer PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (Federal Oil), Nurudin menjelaskan, saat kondisi terdesak, mengganti merek oli sebenarnya diperbolehkan. Namun, jika itu dilakukan hanya untuk coba-coba, apalagi terlalu sering, maka pemilik kendaraan harus mau menanggung risikonya.

img_title Standar Bengkel Lokal Bukan Cuma Soal Alat

“Benar bahwa enggak disarankan menggonta-ganti merek oli untuk kendaraan. Sebab, meski base oil dan aditifnya mungkin sama, tapi setiap merek punya komposisi berbeda-beda,” ujar Nurudin, dikutip VIVA Otomotif, Kamis 20 Januari 2022.

Ilustrasi Ganti Oli Motor.

Photo :
  • Federal Oil.

img_title Oli Mesin Diesel di Tambang Mulai Dihadapkan pada Tantangan B50

Nurudin menambahkan, kebiasaan buruk tersebut akan berdampak langsung terhadap mesin kendaraan. Puncahknya, kata dia, bisa mengalami kerusakan fatal. Sebab, kandungan yang tak tercampur sempurna bisa mengakibatkan gumpalan pada pelumas.

“Jadi kalau ganti oli kan gak dikuras sampai benar-benar habis, masih ada sisa sedikit di komponen mesin. Nah, sisa itu yang gak bisa bercampur sama merek baru, makanya bisa sampai ada gumpalan,” terangnya.

Berkaca dari kenyataan tersebut, Nurudin meminta pemilik kendaraan setia terhadap satu merek saja, alias tidak penasaran dengan produk-produk dari pabrikan lain.

“Kalau terdesak, sekali-kali enggak apa-apa. Tapi jangan keseringan, apalagi setiap bulan,” tegasnya.

Selain gonta-ganti merek, Nurudin juga mengingatkan pentingnya memperbarui oli secara rutin. Menurut dia, oli motor idealnya diganti setelah menempuh 2 ribu kilometer atau penggunaan selama 60 hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi, itu (pergantian oli motor) tinggal mengikuti, mana yang sekiranya lebih dulu. Jarak atau waktu,” kata Nurudin.

Pembalap Repsol Honda, Luca Marini

Pelumas Motor Balap dan Harian Punya Kebutuhan Berbeda

Teknologi pelumas Moto2 dan Moto3 turut mewarnai pengembangan oli motor harian. Apa bedanya dengan pelumas untuk kebutuhan balap, touring, dan mobilitas perkotaan?

img_title
VIVA.co.id
16 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut