10 Langkah yang Wajib Dilakukan Saat Beli Motor Bekas

Deretan Motor Bekas Matik di Showroom kawasan Jakarta Selatan
Deretan Motor Bekas Matik di Showroom kawasan Jakarta Selatan
Sumber :
  • VIVA/Muhammad Thoifur

VIVA –  Membeli motor bekas menjadi salah satu pilihan ketika dana tidak cukup untuk memboyong motor baru. Memang membeli motor bekas pun sebetulnya, membutuhkan uang yang  tidak sedikit.

Namun intinya dalam membeli motor bekas dibutuhkan ketelitian. Jangan terlalu bernafsu apalagi terburu-buru. Ada beberapa tips  yang perlu dicermati kalau kamu berniat membeli motor bekas, seperti dilansir dari Wahana Honda.

1. Pastikan Jenisnya

Jenis motor apa yang akan kamu beli, adalah kunci  pertama dalam pencarian motor yang  dibutuhkan.  Jika setiap hari  kamu menggunakan motor  untuk perjalanan jarak, maka pilihlah cc besar. Sementara motor untuk area  di perkotaan, boleh pertimbangkan jenis matik dengan cc kecil.

2. Survey Harga

Jika menemukan motor bekas secara online,  pastikan mengetahui berapa harga pasaran motor baru dan motor bekas, agar tidak tertipu. Survey harga ke banyak pihak, teman, sahabat maupun kerabat.

Jika menemukan harga yang ditawarkan tidak terlalu jauh dengan harga baru, ya jelas bisa rugilah. Mengetahui harga juga menghindari agar tidak tergiur dengan tawaran motor murah.

3. Jangan Terlalu Nafsu

Jangan  transfer uang muka, tanpa melihat kondisi motor terlebih dahulu. Jangan gara-gara sudah menemukan motor idaman, apalagi bisa dicicil dengan harga miring,  jangan keburu nafsu membayar uang muka.

Alasan apapun yang ditawarkan penjual, seperti biar motor tidak diambil orang lain,  sebaiknya tidak  usah dihiraukan. Apalagi jika kamu beli online.

Motor bekas jenis sport.

Motor bekas jenis sport.

Photo :
  • VIVA/Muhammad Thoifur

4. Selektif Milih Penjual

Lantaran banyak sekali kasus penipuan belakangan ini, ada baiknya, cari tahu di manakah penjual yang terpercaya dan jujur seperti menjual dengan harga mahal padahal kondisi motor tidak bagus.  Sebaiknya, membeli di tempat kenalan atau penjual yang dipercaya oleh teman berpengalaman.

5. Surat-surat Wajib Lengkap

Saat melihat kondisi motor, periksa juga STNK juga BPKB. Dua surat ini harus sesuai dengan plat motor dan nama pemilik.  Pada BPKB, bisa diketahui apakah kendaraan sudah sering diperjualbelikan atau baru di tangan pertama. Ini juga untuk  menghindari membeli motor curian.

6. Cek Nomor Mesin dan Rangka Motor

Cocoknya semua ini dengan surat-suratnya. Nomor yang tertera pada rangka dan mesin harus sama dengan yang tertulis pada surat kendaraan.  Bagian ini jangan diabaikan. Apabila nomor tidak cocok pada surat, sebaiknya batalkan. Bisa jadi kendaraan tersebut hasil curian

7. Cek Bodi

Jika surat sudah beres. Giliran cek bodi atau fisik motor. Kondisi motor yang bagus akan bebas penyok, goresan atau retak. Boleh juga tanyakan apakah semua suku cadang yang digunakan masih asli atau sudah diubah.

8.  Cek Oli

Lihatlah, apakah jumlah oli berlebihan atau tidak. Oli yang kondisinya masih bagus akan bekerja baik dalam meredam suara mesin.

Jadi nyalakan kendaraan. Selain itu, cek kapasitas oli dari pengukur batas maksimal yang biasanya terdapat pada penutup oli. Langkah ini penting agar tahu bahwa kendaraan masih menggunakan oli yang bagus.

9. Nyalakan!

Hidupkan mesin dan  dengarkan suaranya, apakah mesinnya masih halus. Biasaya, mesin yang dinyalakan tanpa digas dengan putaran mesin di bawah 1500 rpm,  akan tampak motor bermasalah atau tidak. Jika tiba-tiba mati artinya ada beberapa masalah pada mesinnya.

10. Lihat Fungsi Speedometer

Ini bagian yang tak boleh dilewatkan. Saat dijalankan ia harus bisa bekerja dengan baik karena fungsinya sangat penting untuk motor. Selain itu indikator seperti bahan bakar, lampu dan penghitung jarang juga harus berfungsi. Pastikan panelnya tidak ada yang bermasalah atau mati.