Mengintip Kebijakan Ekonomi Prabowo dan Jokowi Bila Berkuasa

Pertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

VIVA – Direktur Lembaga Pemilih Indonesia, Boni Hargens membandingkan dimensi ekonomi jika Joko Widodo maupun Prabowo menang. Ia yakin Jokowi akan mampu mengatasi ketimpangan, sedangkan konsep ekonomi yang ditawarkan Prabowo cenderung sulit diterapkan.

img_title Bahlil: Saya yang Usulkan Pilpres 2024 Ditunda Ketika Jadi Menteri Investasi, bukan Jokowi

"Ekonomi keumatan, merupakan arus baru perekonomian Indonesia yang merupakan jalan tengah terbaik untuk mendamaikan ekonomi pasar dengan ekonomi rakyat/umat. Fokusnya mengatasi ketimpangan," kata Boni dalam diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat 4 Januari 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menilai, ekonomi keumatan tak hanya didasarkan pada hukum pasar. Tetapi, solidaritas yang bersumber pada religiusitas.

img_title Kader Gerindra Banten Bakal Ramaikan Pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden di Jakarta

"Sentrum dari ekonomi keumatan adalah keadilan berbasis solidaritas sosial," kata Boni.

Sementara itu, ia melanjutkan visi ekonomi Prabowo merupakan kombinasi prinsip liberal dan nasionalisme kerakyatan. Tetapi, sebagian besar sudah dilakukan di pemerintahan Jokowi.

img_title Istri Andre Taulany Diduga Pernah Hina Prabowo Sakit Jiwa di Pilpres 2019

"Dengan kata lain, tak ada yang baru. Tapi ada sejumlah kebijakan kontroversial. Di antaranya, program oke oce. Program ini duplikasi dari ekonomi gado-gado yang diterapkan di DKI Jakarta. Secara faktual, Sandi tak membantah program itu gagal diterapkan," kata Boni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan, rencana kebijakan kontroversial lainnya misalnya menghapus dan mengubah sejumlah komponen pajak. Mulai dari PBB yang dihapus hingga menaikkan batas pendapatan tak kena pajak dan menurunkan PPH21.

"Menarik dan seksi untuk pemilih tapi tak bisa dijalankan, sulit diwujudkan, lebih banyak konsep ekonomi menabur janji dan sulit diterapkan, ujung-ujungnya pasti ekonomi liberal yang diterapkan," kata Boni.

Ketua DPR Puan Maharani di sidang tahunan MPR RI

Puan Maharani di Sidang Tahunan MPR: Mangan Ora Mangan, Sing Penting Ngumpul

Puan Maharani tegaskan pentingnya kedaulatan rakyat di Sidang Bersama DPR-DPD 2025. Ajak bangsa bersatu di momen 80 tahun kemerdekaan RI.

img_title
VIVA.co.id
15 Agustus 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut