Pilwakot Solo

Gibran Bicara Big Data: Pak RT Tak Boleh Keliling ke Rumah Warga

Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dan Teguh
Sumber :
  • VIVA/ Fajar Sodiq

VIVA – Calon wali kota Solo Gibran Rakabuming Raka menganggap amat penting pemanfaatan big data alias himpunan data digital yang sangat besar untuk perencanaan pembangunan dan pelayanan publik.

img_title Lagi, Jokowi Endorse Paslon Respati-Astrid dengan Blusukan di Proyek Rel Layang Warisan Gibran

Big data, katanya, merupakan kenicayaan untuk membangun smart city, yakni kota cerdas dengan visi pengembangan perkotaan yang mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi beserta teknologi internet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Big data otak smart city. Diharakan keputusan dan perencanaan bisa diambil secara akurat dan testruktur dengan big data," katanya dalam debat kandidat yang dihelat di The Sunan Hotel, Solo, pada Jumat malam, 6 November 2020.

img_title Sinyal Kuat Partai Gelora Merapat ke Teguh-Gage, Usai Bertemu Pentolan G-Nesia Diah Warih

Dia mencontohkan pemanfaatan big data di masa pandemi COVID-19 untuk distribusi bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat terdampak bencana nonalam itu. Data calon penerima bansos, misalnya untuk warga miskin atau warga terkena PHK, harus berbasis data digital yang jauh lebih akurat dan tepat sasaran.

"Dengan big data, kita tahu warga mana yang terdampak [COVID-19], terkena PHK. Kita tidak boleh lagi gunakan cara tradisional, misal, Pak RT keliling dari rumah ke rumah [untuk mengumpulkan data warga]. Itu tidak boleh terjadi lagi," katanya.

img_title Nama Wapres Terpilih Gibran Masih Tercatat di DPT Pilkada Solo 2024

Contoh lain pemanfaatan big data untuk peningkatan pelayanan kesehatan. Peningkatan mutu layanan medis di puskesmas-puskesmas harus berbasis data digital yang dapat memuat informasi kebutuhan riil warga setempat.

Gibran mencontohkan ketika dia meninjau warga di sejumlah puskesmas di Solo, di antaranya ditemukan data kebanyakan warga lansia di sana mengalami pengapuran tulang. "Nah, dengan big data, kita bisa tahu apakah perlu menambah fasilitas [medis] untuk masalah pengapuran di puskesmas itu," katanya. (ren)

Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Rhenald Kasali.

Rhenald Kasali Soroti Ancaman Komunikasi Publik: Ketika Hoax Menang dari Fakta

Pendiri Yayasan Pusat Edukasi Rumah Perubahan Rhenald Kasali menyoroti pentingnya pemanfaatan big data untuk mencari dan memastikan informasi yang kredibel.

img_title
VIVA.co.id
7 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut