Mendagri Tito: Hindari Black Campaign Pilkada, Negative Campaign Boleh

Mendagri Tito Karnavian (tengah).
Sumber :
  • VIVAnews/ Putra Nasution (Medan)

VIVA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan para kandidat calon kepala daerah yang berkompetisi di Pilkada serentak 2020 agar tidak melakukan kampanye hitam. Mereka diimbau menggunakan cara-cara yang cerdas.

img_title Kesaksian Orang Tua Siswa soal Robohnya SDN Kebayoran Lama 09 Jaksel: Terjadi saat Libur Pilkada Jakarta Hujan Deras

“Gunakan cara yang cerdas, yang smart. Boleh melakukan positive campaign, jadi meng-ekspose kelebihan masing-masing, fine, di seluruh dunia juga begitu," kata Tito dalam acara Webinar Nasional Pilkada Berintegritas, Selasa 20 Oktober 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca juga: Pandemi COVID-19, Kampanye Pilkada Diharapkan Secara Door to Door

img_title Legislator PDIP: Politik Uang Bisa Selesai dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tidak Langsung

Selain itu, menurutnya, negative campaign juga boleh dilakukan, misalnya mengkritik program yang ditawarkan lawan. Selama bukan fitnah, negative campagn tidak jadi masalah selama didukung data. 

“Misalnya, petahana A pada waktu menjabat banyak kelemahannya di bidang ini, ini, ini, janjinya enggak dipenuhi nih. Kalau saya, menang saya akan lakukan perbaikan begini, begini. Itu lah negative campaign, boleh," jelas Tito.

img_title Puan Hormati Putusan MK soal Pilkada Langsung, DPR Segera Tindak Lanjuti

Namun mantan Kapolri ini menegaskan bahwa semua kandidat calon kepala daerah peserta Pilkada serentak 2020 dilarang melakukan black campaign atau kampanye hitam. Terutama penyebaran ujaran kebencian dan kebohongan melalui media sosial, karena semua itu bisa dijerat dengan sanksi pidana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas dasar itu, Tito meminta semua kandidat calon kepala daerah peserta Pilkada serentak 2020, harus siap dengan segala risiko yang akan diterima selama proses hingga pencoblosan dan penghitungan suara nanti.

“Harua siap menang, siap kalah. Karena pasti akan ada yang menang ada yang kalah. Tapi kompetisinya harus sehat, maka gunakan cara cara yang sehat,” kata Mendagri Tito Karnavian. (ren)

Ilustrasi Pilkada

DPR Usul Pilkada Hanya Pilih Kepala Daerah Tanpa Wakil

Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengusulkan pilkada dilakukan hanya untuk memilih kepala daerah, sementara wakilnya ditetapkan berdasarkan pilihan kepala daerah.

img_title
VIVA.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut