Lari Membuat Hidup Saya Bahagia

Lari membuat hidup saya bahagia
Sumber :
  • Instagram Koko Lato

Riset tentang lari yang dimaksud Andri, selama ini lebih banyak dilakukan di negara Barat yang memiliki empat musim. “Literatur saya hampir seratur persen berbahasa asing. Hanya ada dua yang berbahasa Indonesia. Itu pun tidak khusus membahas lari, tapi olahraga secara umum. Puluhan buku saya yang lain adalah dari Barat, terutama Amerika dan Eropa,” kata Andri.

img_title Kemala Run Makin Mendunia, Dari Event Komunitas Kini Jadi Ajang Internasional

Persoalan yang mengemuka dari minimnya riset tentang lari dari Indonesia, menurut Andri, teori penelitian itu tidak bisa begitu saja diaplikasikan di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sebabnya begini, kalau saya selalu berprinsip local wisdom atau kearifan lokal. Karena teori yang ada di Barat itu dibuat, dilahirkan, ditujukan untuk pelari di empat musim, dengan suhu udara yang cenderung lebih rendah dibanding Indonesia, yang tingkat lalu lintasnya, tingkat stresnya, mungkin lebih rendah dibanding di Indonesia,” kata Andri. 

img_title Satu Dekade Titan Run, Lomba Lari Unik dengan Sajian Durian

Komunitas lari Runners Nation
 
Selain faktor kebugaran tubuh, olahraga lari juga dipengaruhi temperatur udara. Menurut Andri, berdasarkan riset suhu ideal untuk lari adalah 10 hingga 16 derajat Celcius. “Tapi di Jakarta kita enggak pernah dapat suhu segitu. Di sini pagi hari saja suhunya sudah 26 - 27 derajat Celcius, paling top 24 derajat Celcius,” terang Andri.

Dampak suhu udara panas bagi tubuh adalah mudah letih saat berlari. Ketika terjadi peningkatan temperatur udara, sistem dalam tubuh memerintahkan otak untuk mendinginkan tubuh. Mekanisme yang terjadi pada situasi demikian adalah otak memerintahkan jantung supaya mengalirkan darah lebih banyak ke seluruh tubuh. Otomatis kerja jantung meningkat. “Jadi, ketika detak jantung increase, maka performa decrease,” kata Andri.

img_title Lari Jarak Jauh hingga Kids Dash, Aspek Keamanan Jadi Sorotan

“Makanya orang berlari pada kecepatan yang sama, yang satu detak jantungnya lebih rendah dibanding yang lain, ia bisa lebih konstan dan lebih panjang larinya. Itulah kenapa pentingnya suhu udara. Itulah kenapa banyak pelari kemudian berlomba maraton ke luar negeri supaya dapat berlomba dengan nyaman, dapat mencetak waktu lebih baik. Karena biasanya yang dicari adalah lomba-lomba yang di tempat sejuk,” terang Andri.  
 
Mendongkrak perekonomian

Rupanya tak hanya masyarakat Indonesia yang gandrung melakukan olahraga lari. Andri mengungkapkan data statistik dari running.org tahun 2014, bahwa di Amerika sudah ada 1.100 event marathon yang diselenggarakan dalam satu tahun. Jauh dibanding Indonesia yang tahun 2018 ini rencananya baru punya enam event marathon.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut