Waspada Tumpahan Virus dari Langit

Pengembangan vaksin untuk virus Zika.
Sumber :
  • REUTERS/Mike Segar

VIVA – Ada banyak cara untuk mematikan, apalagi, memusnahkan umat manusia. Saat ini yang terbaru adalah keberadaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence seperti robot dan senjata militer supercanggih.

img_title Deretan Fakta Menarik Tentang Fenomena Meteor Jatuh di Cirebon yang Viral, Ada Suara Dentuman Keras!

Namun, ada senjata pemusnah massal lain yang bisa memberangus manusia dalam sekejap. Bahkan, hampir tak terlihat dan usianya diperkirakan sudah ribuan tahun. Senjata yang dimaksud adalah virus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Senjata jenis ini menggunakan Patogen sebagai alat untuk melukai, melumpuhkan dan membunuh. Patogen bisa meliputi bakteri, virus, maupun organisme penghasil penyakit.

img_title Atmosfer Titan Bergoyang Seperti Gasing: Ilmuwan Bingung, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Senjata yang memiliki unsur toksin atau racun berbahaya juga disebut Senjata Biologi. Bangsa Romawi sudah memanfaatkan Senjata Biologi pada pedang yang dicelupkan ke pupuk dan sisa hewan yang membusuk sebelum berperang.

Ketika pedang dihunuskan ke tubuh musuh, akan memungkinkan bagi mereka terinfeksi penyakit, dan lebih parahnya lagi, mengakibatkan kematian.

img_title Warna Punya Kekuatan untuk Mengubah Suasana

Pada masa modern, salah satu negara yang terkenal dalam proyek Senjata Biologi adalah Jepang. Periode 1932-1935 negeri Matahari terbit ini mengerjakan program pembuatan Senjata Biologi di wilayah jajahan, China, yang bernama Unit 731.

Ada sekitar 3.000 ilmuwan Jepang yang terlibat dalam proyek ini untuk meneliti agen biologi yang dapat berpotensi sebagai senjata, seperti kolera, pes, atau bahkan penyakit seksual menular.

Untuk klasifikasi Senjata Biologi dipisahkan berdasarkan inang, taksonomi, sindrom yang ditimbulkan, efek yang dihasilkan, dari cara penyebarannya, serta respons praktis maupun yang menurut sifat fungsionalnya.

Salah satu keuntungan menggunakan Senjata Biologi adalah biaya produksi yang lebih murah dibandingkan senjata pemusnah massal lain seperti Senjata Kimia maupun Nuklir. Selain itu, waktu pembuatannya juga tidak terlalu lama.

Tak Tinggalkan Fosil

Ahli Virologi dari Universitas Cape Town, Afrika Selatan, Ed Rybicki mengakui kalau menelusuri asal-usul virus itu sulit, karena mereka tidak meninggalkan fosil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya itu, ia juga mengatakan virus menggunakan trik dengan cara 'menyalin dirinya sendiri' di dalam sel yang mereka masuki. Beberapa virus bahkan memiliki kemampuan untuk 'menjahit' gen mereka sendiri ke dalam sel yang mereka infeksi.

"Yang membuat prosesnya semakin rumit adalah virus tidak hanya menginfeksi manusia. Mereka dapat menginfeksi organisme, seperti bakteri yang ditularkan dari kuda maupun rumput laut ke manusia," kata Rybicki, seperti dikutip situs Scientificamerican, Rabu, 7 Februari 2018.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut