Kebangkitan Trah Soeharto

ilustrasi Soeharto (kiri) ketika diangkat menjadi Menpangad.
Sumber :

Ridha menekankan Berkarya adalah partai yang dibentuk dengan desain semangat kalangan muda atas berbagai persoalan bangsa. Kesolidan partai dibangun mulai dari anggota pengurus ranting di setiap daerah.

img_title Usai Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Lanjut Ziarah ke Makam Soeharto

Target ke depan jelas ingin Garuda lolos sebagai partai parlemen meski berat dan harus bersaing dengan parpol lama. Menurut dia, dengan jaringan kelompok anak muda, beberapa program lintas sektor terkait isu kesejahteraan sosial ekonomi sudah siapkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami partai baru tapi punya planning yang sangat jelas gitu loh. Kami ingin lolos ke parlemen. Target, misi kami ingin menjadikan Garuda punya kepakan. Sedikit bicara, banyak kerja dan ada hasilnya," tutur Ridha.

img_title Cara Soeharto Menyeleksi Pejabat Diungkap dalam Peringatan 105 Tahun Kelahirannya

Ekstra Kerja Keras

Baik Berkarya dan Garuda harus membuktikan terlebih dulu agar bisa lolos ke parlemen. Menembus ambang batas 4 persen sebagai parpol baru di era Reformasi dinilai sulit. Apalagi ada 12 parpol yang akan menjadi pesaing kuat. Meski demikian, peluang lolos selalu terbuka. Asalkan di waktu sisa mepet ini bisa memaksimalkan elektabilitas parpol.

img_title Pesona Pangeran Cendana, Deretan Artis Cantik Ini Pernah Singgah di Hati Anak dan Cucu Soeharto

"Dua partai ini mengejutkan, tapi inilah demokrasi yang beri warna baru. Lolos ke parlemen dulu saja sudah bagus. Itu juga butuh ekstra kerja keras, berdarah-darah," tutur pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio saat dihubungi VIVA, Senin, 19 Februari 2018.

Kemudian, ia memberikan catatan untuk Berkarya. Ia menganalisis sulit 'menjual' program Orde Baru di era sekarang. Figur Tommy Soeharto dianggap belum bisa memberikan efek signifikan terhadap parpol. Namun, kenangan Orde Baru bisa dijual bila kinerja kabinet ekonomi pemerintahan Joko Widodo gagal.

"Bila kondisi ekonomi tidak membaik maka kampanye keberhasilan zaman Orba lebih enak bisa ditelan. Jualan Orde Baru berhasil, enakan zaman Soeharto dibanding Reformasi," ujar Hendri.

Parpol Berkarya daftar Pemilu 2019 ke KPU RI

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Foto: Elite Partai Berkarya saat mendaftar ke KPU.

Hal senada disampaikan pengamat politik Adi Prayitno. Menurutnya, saat ini sulit menjual romanstisme Orde Baru. Bila masyarakat sebagai suara pemilih hanya berpikir pendek maka kenangan manis Orde Baru bisa diterima. Namun, sebaliknya jika berpikir rasional maka sulit. "Mengembalikan Orde Baru akan diterima bila berpikir pendek. Tapi, kalau berpikir rasional akan ditolak," kata Adi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut